Poker Asli Indonesia

Test Slump Beton

Kirun Wae | 6/25/2013 | 0 komentar
masterpoker88
BetAnda

Test Slump adalah suatu uji empiris / metode yang digunakan untuk menentukan konsistensi / kekakuan (dapat dikerjakan atau tidak) dari campuran beton segar (fresh concrete) untuk menentukan tingkat workability nya. Kekakuan dalam suatu campuran beton menunjukkan berapa banyak air yang digunakan. Untuk itu test slump menunjukkan apakah campuran beton kekurangan, kelebihan, atau cukup air.

Campuran beton yang terlalu cair akan menyebabkan mutu beton rendah, dan lama mengering. Sedangkan campuran beton yang terlalu kering menyebabkan adukan tidak merata dan sulit untuk dicetak. Uji Slump mengacu pada SNI 1972-2008 dan ICS 91.100.30.

Berikut cara test slump beton :

BAHAN
Beton Segar (fresh concrete) sesuai dengan isi cetakan yang diambil secara acak agar dapat mewakili beton secara keseluruhan. 

PERALATAN
  1. Kerucut terpenggal (kerucut yang bagian runcingnya hilang) sebagai cetakan slump. Diameter bawah 30 cm, diameter atas 10 cm, tinggi 30 cm. 
  2. Batang logam bulat dengan panjang ± 50 cm diameter 10-16 mm.
  3. Pelat Logam rata dan kedap air sebagai alas
  4. Sendok adukan
  5. Alat Ukur (meteran) 
PROSEDUR TEST SLUMP
  1. Basahi cetakan kerucut dan plat dengan kain basah
  2. Letakkan cetakan di atas plat
  3. Isi 1/3 cetakan dengan beton segar, padatkan dengan batang logam sebanyak merata dengan menusukkannya. Lapisan ini penusukan bagian tepi dilakukan dengan besi dimiringkan sesuai dengan dinding cetakan. Pastikan besi menyentuh dasar. Lakukan 25-30 x tusukan.
  4. Isi 1/3 bagian berikutnya (menjadi terisi 2/3) dengan hal yang sama sebanyak 25-30 x tusukan. Pastikan besi menyentuh lapisan pertama.
  5. Isi 1/3 akhir seperti tahapan nomor 4
  6. Setelah selesai dipadatkan, ratakan permukaan benda uji, tunggu kira-kira 1/2 menit. Sambil menunggu bersihkan kelebihan beton di luar cetakan dan di plat.
  7. Cetakan diangkat perlahan TEGAK LURUS ke atas
  8. Ukur nilai slump dengan membalikkan kerucut di sebelahnya menggunakan perbedaan tinggi rata-rata dari benda uji.
  9. Toleransi nilai slump dari beton segar  ±  2 cm 
  10. Jika nilai slump sesuai dengan standar, maka beton dapat digunakan

PERHITUNGAN NILAI SLUMP

NILAI SLUMP = Tinggi cetakan - tinggi rata rata benda uji 

 NILAI SLUMP BERDASARKAN PBI 1971




Demikian semoga bermanfaat....




 




Category:

0 komentar