
Surakarta - Tampilan 15 kandang satwa di Taman Satwa taru Jurug ( TSTJ ) bakal baru. Tahun ini, pengelola mengalokasikan dana Rp. 110 Juta untuk perbaikan kandang yang mengalami kerusakan atau usang dimakan usia.
Direktur Operasional TSTJ, Windu Winarso mengatakan, perbaikan dimulai sejak pekan lalu. Beberapa rumah satwa yang diperbaiki diantaranya, tujuh plong kandang harimau Sumatera, kandang unta, kandang kasuari, orang utan, unggas serta beberapa kandang burung. Juga, dua kandang beruang madu, harimau tutul, kera ekor panjang, owa dan siamang. "Perbaikan yang dilakukan adalah mengganti atap bangunan dan mengecat ulang pagar kandang," jelas Windu.
Dana perbaikan kandang bersumber dari finansial yang didapatkan pengelola Jurug dari APBD 2014. Saat ini, banyak kondisi kandang yang tidak layak dan jumlahnya belum mencukupi. Akibatnya, ada satwa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) maupun sumbangan masyarakat Solo dan sekitarnya yang tidak tertampung di TSTJ.

Jambi - Rencana teknik pembangunan Pasar Muara Tembesi, Batanghari, hingga kini masih mengambang. Pasalnya, dari pemerintah pusat belum ada keputusan terkait pembangunan pasar tersebut, padahal Dinas Perindagkop Batanghari sudah mengusulkan pembangunan tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, rencana pembangunan teknik pasar diusulkan Rp 6 miliar ke pemerintah pusat. Menurut Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop Batanghari, Parno, rencana pembangunan teknik Pasar Muara Tembesi masih diproses.
“Usulan sudah kita lakukan jauh sebelumnya, namun hingga kini kami belum menerima laporan dari pusat terkait bantuan kucuran dana untuk pembangunan pasar tersebut,” kata Parno.
Ditambahkannya, jika sudah ada keputusan terkait pembangunan pasar Tembesi, direncakanakan sebagian kios pedagang akan diganti baru. “Kalau sudah ada dananya, maka pengerjaan akan dilakukan segera. Bangunan yang direncakan permanen seperti layaknya pasar keramat tinggi dan pasar-pasar yang ada di Jambi pada umumnya,”tambahnya.
Selain dana bantuan dari pusat, sambungnya, dana dari pemerintah kabupaten Batanghari juga dikucurkan untuk pembangunan tersebut. “Yang jelas, untuk pembangunan pasar membutuhkan dana yang cukup besar. Selain dana pusat, dana dari pemerintah kabupaten juga ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami sudah mendapatkan informasi terkait usulan yang disampaikan kepada pemerintah pusat belum lama ini,”jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, selain mempercantik kota, pasar tersebut juga akan dijadikan pusat perdagangan kabupaten. “Yang pasti dengan adanya pasar tersebut, diharapkan menjadi pusat perdagangan dikabupaten Batanghari. Bantuan dari pemkab Batanghari tinggal menunggu proses dari pusat. Jika pemerintah pusat sudah menyetujui, maka untuk kekurangan dananya akan ditindak lanjuti oleh pemerintah kabupaten,”tutupnya.

Jakarta - Proyek pembangunan pasar rakyat di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, diprediksi molor dari jadwal. Pasalnya groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pasar itu sudah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sejak 6 November 2013 lalu.
Sementara sudah 5 bulan berjalan, pembangunan pasar tersebut hanya berupa kerangka besi untuk pondasi saja. Padahal saat groundbreaking beberapa bulan lalu, Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menargetkan pembangunan pasar ini akan selesai 7 bulan mendatang.
Pengamatan di lapangan pada Kamis (27/3) menunjukkan, di proyek pembangunan itu baru terpasang kerangka besi, sehingga belum terlihat model bangunan tersebut. Di lokasi proyek itu juga tampak sepi. Tidak ada aktivitas pengerjaan yang dilakukan oleh pekerja bangunan.
Berdasarkan penuturan pedagang PD Pasar Jaya Kebon Bawang yang saat ini berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) mengatakan, sejak tiga hari lalu tidak ada aktivitas pengerjaan proyek.
"Sudah tiga hari yang lalu kuli bangunannya pada pulang, katanya sih belum dibayar sama kontraktor," kata Marsiti (52) penjual ikan pada Kamis (27/3).

Jakarta - Dari 10 ruas tol Trans Jawa yang dibangun selama periode 2010 hingga 2014, masih ada empat ruas jalan yang belum selesai.
Pasalnya pemerintah saat ini masih melakukan pembebasan lahan di Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan Ngawi-Kertosono.
"Kami masih berupaya mempercepat pembangunan jalan tol yang belum dimulai," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, di Hotel Century, Selasa (25/3/2014).
Djoko mengakui, kemajuan pembangunan jalan tol saat ini memang lambat. Kendala paling utama adalah permasalahan pembebasan lahan.
"Karena proses pembebaan lahan, di semua tempat ada, Trans Jawa mulai Cikampek-Palimanan sudah, Palimanan-Pejagan sudah 98 persen, Semarang-Batang juga dalam proses pembebasan lahan sekarang jalan terus cuma pelan," katanya. Tol Trans Jawa akan membentang mulai dari Cikopo-Palimanan hingga Surabaya-Mojokerto minus Pemalang-Batang, Batang-Semarang yang panjangnya 114,2 Kilometer.

Klaten - Mega proyek pembangunan Masjid Agung Klaten senilai puluhan miliar rupiah belum bisa dilanjutkan, karena masih menunggu perencanan tahap lanjutan. Rahman, warga Klaten Utara mengatakan, proyek itu berhenti sudah sekitar sebulan lalu.
“Tidak ada kegiatan sama sekali sampai saat ini,” ungkapnya, Senin (24/3). Menurutnya, kali terakhir yang terlihat adalah para pekerja di bagian menara.
Namun setelah itu semua pekerjaan berhenti dan menara belum selesai dikerjakan. Menurut Kabag Pembangunan, Sigit Gatot Budiyanto, proyek itu akan tetap dilanjutkan seperti rencana semula. Pekerjaan berhenti karena menunggu persiapan pembangunan tahap lanjutan selesai. “Perencanaan baru dalam proses lelang,” katanya.
Pemkab tengah mencari konsultan dan rekanan perencanaan dan sudah dibuka lelang terbuka melalui unit layanan dan pengadaan (ULP). Menurutnya, proses pembangunan masjid itu sesuai rencana akan masuk tahap ketiga. Tahun ini direncanakan tetap didanai anggaran APBD sekitar Rp 15 miliar lagi. Pelaksanaan relatif tidak ada kendala, meskipun intensitas hujan cukup tinggi.
Hanya, lanjut Sigit Gatot, ada keterlambatan sedikit dan sudah diambil tindakan berupa pemutusan kontrak kerja. Berkait langkah itu Pemkab juga masih menunggu perkembangan lanjutan.
Namun secara umum masalah itu tidak mengganggu rencana melanjutkan pembangunan. Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ahmad Wahyudi mengatakan, proyek tetap dilanjutkan sesuai rencana. Jika perencanaan sudah selesai, pembangunan fisik akan segera dilanjutkan.
‘’Namun tahap lanjutan tahun ini Pemkab menunggu rencana relokasi SMA3,’’jelasnya. Sebab lanjutan pembangunan masjid itu akan menggunakan bekas lahan SMA3. SMAitu bakal direlokasi tahun ini dengan membangun dulu gedung yang baru. Anggota Komisi III DPRD, Jahid Wahyudi mengatakan, pemutusan kontrak kerja dengan rekanan mestinya tidak jadi kendala. Sebab semua sudah disepakati sejak awal. Untuk itu dia berharap Pemkab melaksanakan pembangunan sesuai rencana. Meskipun ada langkah hukum, tidak harus menghalangi kelanjutan program.

Jakarta - Pengembang raksasa yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, PT Pakuwon Jati Tbk., bersiap membangun dua proyek skala mega tahun ini. Kedua proyek tersebut adalah Kota Kasablanka II, dan perumahan dengan konsep township development.
Direktur Hubungan Investor PT Pakuwon Jati Tbk, Irene Tedja, mengatakan, proyek Kota Kasablanka II di Jl Cassablanca, Jakarta Selatan, dan perumahan baru di Surabaya Barat, akan dimulai konstruksinya tahun ini.
"Melanjutkan sukses Kota Kasablanka I, kami memulai pembangunan tahap II tahun 2014. Pada saat yang sama, kami juga akan membuka residensial baru di Surabaya Barat," ujar Irene.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menjelaskan, Kota Kasablanka II merupakan properti komersial multifungsi yang akan terdiri atas tiga menara kondominium dengan luas bangunan (gross saleable area/GSA) 118.000 meter persegi, dan satu menara perkantoran dengan luas GSA 82.000 meter persegi.
"Sementara hunian dengan konsep township development, akan dikembangkan di atas lahan sekitar 127 hektar. Kami membangunnya secara bertahap," jelas Minarto kepada Kompas.com, Senin (24/3/2014).
Selain kedua proyek tersebut, saat ini pengembang yang mencatat kapitalisasi pasar Rp 16,9 triliun ini juga tengah menggarap Tunjungan City tahap V dan VI yang menghimpun dua pusat perbelanjaan, dua menara kondominium, dua menara perkantoran, dan hotel bintang 4.
Adapun hotel bintang lima dengan operator Sheraton dari Starwood Group di atas Gandaria City, sedang dalam tahap konstruksi interior. Fasilitas akomodasi ini, menurut Minarto, berisi 300 unit kamar.
"Sedangkan di Pakuwon City, kami juga sedang mengerjakan 4 menara kondominium Edu City dan akan meluncurkan klaster baru, Grand Island," buka Minarto.
Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat berkontribusi dan menambah pendapatan perseroan. Sepanjang 2013, Pakuwon berhasil membukukan pendapatan senilai Rp 3,03 triliun dengan laba bersih Rp 1,1 triliun.
Untuk tahun ini, tambah Minarto, Pakuwon telah menyiapkan total belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 1,8 triliun. "Dana tersebut dimanfaatkan untuk semua proyek yang dikerjakan tahun 2014," pungkasnya.

Jakarta - Pembangunan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) memasuki seksi II dari rencana tiga seksi dan ditargetkan selesai dalam waktu 15 bulan atau sekitar Februari 2015. Tol ini diharapkan mampu menghemat waktu tempuh dari Depok menuju Jakarta, serta bisa mengurangi beban kendaraan yang menuju kawasan industri.
Tol Cijago seksi II dibangun sepanjang 5,7 KM dengan tiap arah berjumlah tiga lajur. Pembangunan jalan tol sebagai bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2035.
Pembangunan secara keseluruhan tol yang terdiri dari tiga seksi ini ditargetkan beroperasi pada 2016. Saat ini yang baru beroperasi baru seksi I yang membentang antara Jagorawi-Jalan Raya Bogor. Pengerjaan seksi II akan membentang sepanjang 5,7 KM dari Jalan Raya Bogor-Kukusan melalui Jalan Juanda.
Masyarakat tentunya diuntungkan dengan adanya tol tersebut. Semakin cepat pembangunannya, tentunya akan semakin baik.
Menurut Undang-undang nomor 2 tahun 2012, seharusnya tidak ada masyarakat yang dirugikan karena pembebasan lahan. Dalam UU tersebut dijamin masyarakat tidak akan dirugikan. Tentunya pemerintah menghindari adanya masyarakat yang rugi akibat pembebasan lahan tersebut.
Melepaskan tanah untuk jalan tol itu bagian dari ibadah, karena memberikan kesempatan orang yang jauh lebih banyak, ratusan ribu orang, bahkan jutaan orang yang akan menikmati jalan tol itu.
Pembangunan seksi II ini sendiri meleset dari rencana awal karena masalah pembebasan lahan. Untuk itu, pihak PT. Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ) meminta bantuan dari pemerintah untuk membantu proses pembebeasan tersebut. Diharapkan pembebasan lahan bisa selesai pada 2014.
Pembangunan seksi II membutuhkan 53,02 hektar. Saat ini baru dibebaskan sekitar 46,17 hektare atau 87,07 persen.
Pembangunan seksi I sepanjang 3,70 kilometer dari jalan tol ini sudah dioperasikan sejak Januari 2012 oleh PT Translingkar Kita Jaya. Sedangkan untuk Seksi III yang membentang dari Kukusan sampai Cinere sepanjang 5,44 Kilometer sekarang masih dalam tahap pembebasan tanah dan diharapkan bisa selesai pertengahan tahun 2015. Jika kelak seluruh ruas jalan tol Cinere-Jagorawi ini selesai, maka ujung pintu tol di Cinere akan menjadi titik untuk integrasi dengan Jalan tol Cinere-Serpong.
Untuk ruas terakhir atau Seksi III Kukusan-Cinere, yang panjangnya 5,44 kilometer pihak Panitia Pengadaan Tanah Tol Cijago telah selesai melakukan inventarisasi ulang dan tengah mengajukan peta bidang ke BPN Kota Depok, sebelum melakukan pembebasan lahan warga. Tanah yang akan dibebaskan mencapai 46,17 hektar.
Untuk investasi pembangunan jalan Tol ke III Seksi ruas jalan tol Cinere-Jagorawi tersebut sebesar Rp. 2.621 trilyun dengan masa konsesi selama 35 tahun.

Jakarta - Pengembang properti PT Putragaya Wahana bersama jaringan Hilton Worldwide memperkenalkan hotel mewah teranyar: Waldorf Astoria Jakarta. Hotel yang dioperasikan Waldorf Astoria ini juga digadang menjadi hotel tertinggi di Jakarta.
Alvin Gozali, Direktur Utama Putragaya Wahana mengatakan, hotel dengan 181 kamar tersebut akan menempati lokasi di bangunan superblok setinggi 74 lantai di Thamrin-Nine, Jakarta.
“Para tamu akan dimanjakan, karena luasan kamar hotel kami ini minimal 60 meter persegi. Pemandangan menakjubkan juga dapat dinikmati oleh tamu yang menginap, karena ketinggian gedung hotel ini lebih dari 300 meter dan merupakan yang tertinggi di Jakarta,” kata Alvin di Jakarta.
Hotel ini juga menyediakan ruang pertemuan dan bisnis, dengan ballroom seluas 2.000 meter persegi. Di samping itu, ada pula fasilitas lain seperti spa, ruang olah raga, perpustakaan, dan kolam renang outdoor.
Alvin optimistis, kemewahan yang dibawa oleh Waldorf Astoria akan memuaskan para tamu nantinya. Pasalnya, desain kamar hotel yang ditargetkan beroperasi pada Juni 2018 ini ditata seapik mungkin, dengan menghabiskan biaya mencapai USD400.000 per kamar.
“Biasanya untuk mendesain kamar semewah ini, Waldorf menghabiskan biaya mencapai USD 400.000 per kunci,” pungkas Alvin.

Kota Batu - Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, bekerja sama dengan investor dari Singapura akan membangun kereta gantung (cable car) senilai Rp. 150 miliar untuk mendukung pengembangan sektor wisata di daerah itu.
"Pemkot sudah melakukan kesepakatan dengan investor Singapura tersebut dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) sebagai penanggungjawab proyek," kata Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Jumat.
Ia mengakui proyek pembangunan kereta gantung tersebut memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp. 150 miliar. Dana sebesar itu di antaranya untuk pembebasan lahan milik warga yang berada di kawasan pembangunan.
Saat ini, katanya, pemkot melakukan survei di beberapa titik akan menjadi titik pembangunan kereta gantung, seperti di Jalan Sultan Agung, kawasan Alun-alun dan Batu Night Spectacular (BNS).
Pembangunan kereta gantung, lanjutnya, ditargetkan segera selesai dan bisa dioperasikan. "Dengan adanya kereta gantung diharapkan bisa membantu wisatawan yang berkunjung ke Batu, bahkan mampu menambah pendapatan daerah dari sektor Pariwisata Kota Batu," ujarnya.
Tahun ini, kata Eddy, dilakukan kajian terlebih dahulu mengenai proses pembangunan kereta gantung oleh tim dari ITS, sedangkan pembangunannya, dilakukan sekitar akhir 2014 atau awal tahun depan.
Namun, Pemkot Batu bersama investor sudah mengawali melakukan kajian terhadap titik-titik yang akan dibangun untuk tiang penyangga. Bahkan, muncul gagasan, kereta gantung akan menghubungkan Jatim Park 2, Pasar Besar Batu dan Selecta atau jaringan melintasi Jatim Park 2, Gunung Wukir dan Selecta.
Hanya saja, kajian awal itu terkendala adanya sutet yang melintas di Jalan Sultan Agung mengarah ke barat. "Mungkin dengan adanya kajian tim pakar, nanti akan ada titik-titik yang tepat untuk pembangunan kereta gantung tersebut," ucapnya.
Pembangunan kereta gantung itu, ujar Eddy, harus tetap memperhatikan budaya dan mengedepankan pertanian karena menjadi potensi utama masyarakat. Kebijakan-kebijakan yang diambil, juga tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat.
Sebelumnya Kepala Bappeda Kota Batu Enny Rachyuningsih menjelaskan MoU dengan ITS itu juga menyangkut masalah pendidikan, artinya anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi di kota itu akan mendapatkan peluang masuk ITS melalui program beasiswa.
ITS, katanya, selama ini sudah memberlakukan ketentuan kuota 20 persen anak-anak kurang mampu di Jatim bisa menempuh pendidikan tinggi di kampus itu melalui program beasiswa.
"Selain memberlakukan kuota 20 persen untuk mahasiswa kurang mampu, ITS juga masih membuka peluang beasiswa lainnya bagi anak-anak Kota Batu," ujarnya.

Pekalongan - Kerap terendam banjir, 7 ruas jalan di Kota Pekalongan akan ditinggikan oleh Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) setempat, dalam waktu dekat ini. Selain meninggikan 7 ruas jalan tersebut, DPU juga siap memperbaiki jalan-jalan yang rusak parah. Total anggarannya, mencapai Rp. 6,4 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kota Pekalongan Bambang Sugiarto mengatakan, tujuh ruas jalan yang akan ditinggikan adalah Jalan Dr. Cipto, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Selat Karimata. Juga Jalan Angkatan 45, Jalan Kurinci, Jalan Patiunus, dan Jalan Yudhistira.
Bambang menyampaikan proyek tersebut masuk dalam paket kegiatan peningkatan jalan melalui APBD Penetapan 2014. "Untuk kegiatan peningkatan jalan ini, anggarannya ada yang dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) dan non-DAK." Anggaran dari DAK sebesar Rp. 4,5 miliar. Sedangkan non-DAK sebesar Rp. 1,9 miliar.
Peningkatan jalan bersumber dana DAK, sebut Bambang, ada empat ruas. Yakni, Jalan Dr. Cipto, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Selat Karimata dan Jalan Angkatan 45. Sisanya Jalan Kurinci, Jalan Patiunus, dan Jalan Yudhistira, menggunakan dana non-DAK.
Volume peninggian jalan masing-masing ruas bervariasi. Tergantung kebutuhan maupun tingkat kerusakan. "Khusus untuk Jalan Urip Sumoharjo, akan ada peninggian jalan mulai dari depan SPBU."
Proyek tersebut, diharapkan sudah mulai dikerjakan awal bulan depan.
Selain peningkatan jalan, Pemkot juga tengah melakukan perbaikan kerusakan lapisan aspal di sejumlah ruas jalan lainnya.
Dananya sudah dianggarkan melalui penetapan APBD 2014 sebesar Rp. 350 juta. Ditambah, anggaran untuk perbaikan infrastruktur pasca-banjir sebesar Rp. 800 juta. Beberapa ruas jalan itu, antara lain, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jalan Seruni, serta Jalan Jlampang. "Penanganannya sudah jalan sejak minggu kemarin." Jalan lain yang juga akan diperbaiki adalah jalan Patriot dan Jalan Letjen Suprapto.

Salatiga - Sedikitnya ada empat pasar tradisional di Kota Salatiga yang saat ini mendesak untuk diperbaiki. Keempat pasar tersebut adalah Pasaraya I, Pasar Blauran II, Pasar Sayangan dan Pasar Blauran I.
Dari empat pasar tersebut, Pasaraya I menjadi pasar yang paling mendesak untuk direvitalisasi. Selain menjadi pasar dengan jumlah pedagang terbanyak, pasar tersebut menjadi penyumbang terbesar bagi PAD Kota Salatiga.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Salatiga, Sri Danudjo saat ditemui Selasa (18/3). Hal itu mengingat perbaikan yang dilakukan pasca kebakaran pada 1999 lalu tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Perbaikan yang mutlak dilakukan adalah di bagian lantai atas dan jalan lingkungan di sekitar pasar," kata Sri Danudjo.
Namun untuk proses perbaikan, pihaknya menemui kendala mengingat status pasar masih dipegang oleh PT. Matahari Mas Sejahtera ( PT. MMS ) selaku investor.
Selain Pasaraya I, tiga pasar lainnya yang kondisinya cukup memprihatinkan adalah Pasar Blauran II, Pasar Sayangan dan Pasar Blauran I. "Ini sudah menjadi perhatian kami. Namun untuk perbaikan sarana dan prasarana, tidak bisa dilakukan secepatnya mengingat keterbatasan anggaran," katanya.
Mengingat Dinas yang dipimpinnya tak memiliki staff dengan latar belakang Teknik Sipil, saat ditanya berapa dana yang dibutuhkan untuk perbaikan dirinya mengaku cukup kesulitan.
"Namun jika melihat jenis perbaikan yang dilakukan, paling tidak dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 3 miliar," imbuhnya.
Sementara mengenai Pasar Jetis yang mangkrak cukup ama, tahun ini Pemkot bekerjasama dengan pihak appraisal akan menghitung niai bangunan. Hasil dari perhitungan tersebut akan menjadi masukan bagi Pemkot terkait kelanjutan pembangunan pasar.
"Ada dua opsi terkait pembiayaan pembangunan pasar. Pertama diakuisisi oleh Pemkot dengan sumber dana dari APBD atau yang kedua bekerjasama dengan pihak ketiga," terang Sri Danudjo.

Surabaya - Kendati pertumbuhan pasar modern di kota-kota besar cukup pesat, agaknya Surabaya masih menyimpan pasar-pasar tradisional di berbagai sudut kota. Pasar lama yang mampu bertahan itu masih tetap menjadi "jujugan" warga Surabaya dan pendatang.
Keberadaan pasar-pasar tradisional tersebut erat kaitannya dengan posisi strategis Surabaya sebagai salah satu pelabuhan dagang terbesar di Nusantara pada masa lalu hingga mendorong tingginya aktivitas perdagangan di bantaran sungai Kalimas.
Galeri Seni "House of Sampoerna" Surabaya mencatat 5-6 pasar tradisional di sepanjang bantaran Sungai Kalimas yang masih menggeliat di tengah pusaran pusat perbelanjaan modern, di antaranya Pasar Pabean, Pasar Atom, Pasar Genteng, Pasar Pasar Kayun, dan Pasar Blauran.
Pertama, Pasar Pabean adalah pasar yang dikenal sebagai salah satu pusat perkulakan ikan, rempah dan bahan pangan di kawasan Surabaya Utara. Tidak ada catatan resmi kapan pasar ini berdiri, namun data UPTD Pasar Surya mencatat Pasar Pabean berdiri pada tahun 1918.
Di bagian depan pasar terdapat bangunan bergaya neo classic peninggalan Belanda yang kini difungsikan sebagai kantor pengelola pasar. Pasar Pabean dikenal sebagai pusat transit berbagai hasil laut dan tambak dari luar kota (Sidoarjo, Gresik, Tuban, Madura), bahkan luar pulau (Kalimantan dan Sulawesi). Ada pula, komoditas hasil olahan ikan, serta komoditas rempah atau bumbu masakan khas Tionghoa dan Arab.
Kedua, Pasar Atom adalah pasar yang tidak dapat dilepaskan dari pasar liar yang terdapat di sepanjang jalur Kali Pegirian pada tahun 1950-an. Atas inisiatif Pemkot Surabaya, pasar ini kemudian dipindahkan ke lokasi yang sekarang pada tahun 1979.
Nama Pasar Atom sendiri telah digunakan semenjak pasar tersebut berlokasi di Kali Pegirian. Pada masa itu, berbagai produk rumah tangga yang berbahan plastik/atom sedang menjadi tren di Surabaya, dan pasar ini merupakan salah satu sentra penjualan produk berbahan dasar atom, namun komoditas yang dijual kini semakin beragam.
Ketiga, Pasar Genteng adalah pasar yang diresmikan pada tahun 1872. Pasar Genteng diambil alih oleh Pemerintah Kolonial pada tahun 1906. Perkembangan aktivitas ekonomi mendorong dibangunnya sebuah los sepanjang 24 meter di Pasar Genteng pada tahun 1916 untuk pedagang komponen elektronik.
Perluasan lahan dan penambahan bangunan kemudian dilakukan pada tahun 1975, sehingga pasar tersebut memiliki tiga lantai. Walaupun pusat perbelanjaan modern di sekitar wilayah Pasar Genteng semakin menjamur, tapi masih banyak masyarakat yang setia memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan berbelanja di Pasar Genteng.
Hal tersebut tidak lepas dari ikatan emosional yang terjadi antara pembeli dan penjual ketika melakukan kegiatan jual-beli seperti bertanya kabar atau tawar-menawar maupun membeli dengan mencicil pembayaran. Pasar Genteng sering menjadi jujugan para pendatang untuk membeli makanan khas dari berbagai daerah di Jatim untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Keempat, Pasar Kayun adalah nama sebuah kawasan perumahan elit Surabaya pada tahun 1920-1940. Kata Kayun atau Kayon atau Kajoon sendiri berasal dari kosa kata literatur Bahasa Jawa yang berarti hidup.
Memasuki tahun 1960-an, kawasan Kayun mulai berubah menjadi pasar bunga. Pada tahun 1985, Pasar Kayoon dikenal sebagai sentra penjualan bunga seiring dengan perkembangan Surabaya menjadi kota metropolitan, meski pada masa itu hanya ada lima pedagang yang berjualan di sana.
Pasar ini mampu menyediakan berbagai jenis bunga secara lengkap dan berkualitas. Pasokan bunga hampir seluruhnya didatangkan dari Kota Batu, Malang. Merebaknya bisnis bunga ini membuat banyak petani apel di Malang beralih menanam bunga, seperti bunga gladiol, krisan, mawar, aster, dan kenikir.
Kelima, Pasar Blauran berasal dari bahasa Belanda "Blauw" yang berarti biru. Penamaan ini disebabkan pemukiman di kawasan tersebut dulunya berpagar warna biru. Dibangun pada tahun 1950-an, lalu Pasar Blauran dibongkar menjadi gedung bertingkat seperti sekarang pada tahun 1970-an.
Di bagian utara pasar ini dulunya adalah Kranggan Complex, tempat pertokoan dan bioskop Capitol Teather. Pasar Blauran populer sebagai tempat berbelanja perlengkapan sekolah (buku, seragam, dan lain - lain), sentra kuliner khas Surabaya, misalnya Lontong Balap, Rujak Cingur, Kikil, Rawon, serta berbagai penganan lain seperti gado-gado, jajan pasar, dan lain - lain.

Malang - Proyek drainase jacking system, di Jalan Tidar, kembali terancam denda. Proyek senilai Rp 38 miliar itu, memasuki fase keterlambatan pada 1 April 2014 mendatang.
Pihak rekanan, PT Citra Gading Asritama (CGA), ancang-ancang mengajukan perpanjangan lagi kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB).
Jika DPUPPB merestui perpanjangan itu, maka merupakan kesempatan kedua yang diberikan kepada PT CGA. Padahal, proyek tersebut, harusnya sudah tuntas pengerjaannya pada 31 Desember 2013 lalu. Namun DPUPPB memberikan perpanjangan selama 90 hari, sejak Januari hingga Maret 2014.
‘’1 April nanti, memang sudah habis. Kami akan mengajukan perpanjangan lagi kepada DPUPPB,’’ tegas Direktur PT Citra Gading Asritama, Heri Mursid Broto Sejati kepada Malang Post, kemarin.
Heri masih berharap, ada kebijakan khusus dari DPUPPB, atas pelaksanaan proyeknya. Namun, pihaknya akan bersikap legowo, jika DPUPPB menyatakan proyeknya sudah masuk fase keterlambatan. Untuk itu pihaknya siap melaksanakan sanksi sesuai dengan Perpres Nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa.
‘’Pekerjaan saya masih kurang 10 persen. Artinya kalau ada denda, maka hitungannya dari 10 persen yang tersisa itu,’’ bebernya.
Proyek drainase dengan jacking system sendiri memiliki anggaran Rp 38 miliar. Jika tersisa 10 persen maka tinggal Rp 3,8 miliar. Sehingga, Heri Mursid berkeyakinan, denda per hari dihitung dari sisa proyek. Jika demikian pihaknya hanya membayar Rp 3,8 juta perhari. Padahal dengan hitungan total anggaran, PT CGA bisa membayar Rp 38 juta perhari.
‘’Sebab dalam pasalnya, ada kata-kata bahwa denda keterlambatan dihitung 1 permil dari total kontrak dan atau dari sisa pengerjaan proyek. Maka, ini yang menjadi acuan saya,’’ terang dia.
Menurut Heri, proyeknya tinggal menyambung lubang jacking di Jalan Tidar. Dalam beberapa hari ini, timnya juga akan segera menembus lubang besar ke Sungai Metro. Dalam berjalannya proyek, pihaknya berharap tidak ada insiden yang bisa menghalangi penyelesaian.
‘’Semoga tidak terjadi hujan deras. Serta tidak ada gejolak sosial seperti protes warga yang bisa menunda penyelesaian proyek,’’ harapnya.
Pantauan di lapangan, proyek drainase jacking system sendiri, masih jauh dari selesai. Sejumlah titik di Jalan Tidar, belum kelar pengerjaannya. Termasuk di timur perempatan Tidar. Khusus di barat perempatan, PT CGA memasang terpal khusus agar air hujan tidak masuk ke lubang.
‘’Kendala selama ini memang hujan. Air sampai masuk ke lubang-lubang yang kita gali,’’ tandas dia.
Sementara itu, DPRD Kota Malang sudah memanggil DPUPPB terkait persoalan jacking, kemarin. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi C Syaiful Rusdi kepada Malang Post. Jika ada perpanjangan waktu kepada PT CGA, berarti ini merupakan addendum keempat atas proyek itu.
‘’Kita minta agar DPUPPB mengkaji landasan hukum soal perpanjangan itu, jangan sampai di luar aturan,’’ tegas Syaiful.
DPUPPB sendiri juga diminta menunggu hasil audit dari BPK terkait proyek itu. Artinya jika ada keputusan perpanjangan, maka landasan aturan juga kuat. Sehingga tidak sampai menimbulkan kerugian negara.
‘’Proyek ini sudah ditunggu masyarakat dan kita semua. Apapun proyek ini, harus ada hasilnya, jangan sampai muspro,’’ pintanya.
Terpisah, Kepala DPUPPB Dr. Ir. Jarot Edi Sulistyono, M.Si mengatakan, perpanjangan pertama dihasilkan melalui addendum ketiga. Sesuai addendum ketiga itu, proyek jacking seharusnya selesai pada penghujung bulan Maret. Pihaknya sendiri berharap proyek itu selesai tepat waktu.
‘’Kami beharap selesai tepat waktu, sebagai hadiah ulang tahun satu abad bagi Pemerintah Kota Malang,’’ tegas dia.
Jika tidak selesai tepat waktu, maka sanksi akan mengacu pada Perpres 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. Sesuai aturan itu, PT CGA perhari akan dikenakan denda 1permil atau 1/1000.
‘’Sekali lagi, harapan saya, proyek itu harus selesai karena sebagai hadiah Satu abad Kota Malang, saya minta rekanan total dalam pengerjaannya,’’ tandas dia.

Kendal - Rel ganda yang membentang dari Jakarta hingga Bojonegoro akhir april 2014 ini bakal dioperasikan. Pernyataan tersebut dikatakan oleh wakil menteri perhubungan Bambang Susantono saat menyaksikan switch over rel ganda jalur Ujungnegoro hingga weleri di desa Krengseng Senin (17/3).
Secara keseluruhan jalur rel ganda Kereta api (KA) yang melintas di wilayah Kabupaten Kendal sudah selesai dikerjakan. “Jalur weleri hingga ujung negoro ini merupakan Jalur terakhir diwilayah DAOP IV Semarang,” ujar Bambang.
“Untuk jalur antara Ujungnegoro hingga Weleri hari ini sudah mulai dioperasionalkan, sementara yang antara Jrakah hingga Poncol paling lama tanggal 27 Maret 2014 sudah bisa dilalui,” lanjutnya sambil ditambahkan saat ini untuk jalur dari Jakarta hingga Bojonegoro tinggal menyisakan jalur antara Jrakah hingga stasiun Poncol sepanjang enam kilometer.
Sementara itu Ka Daop IV Semarang Wawan Ariyanto mengatakan, jalur rel ganda dari Tegal hingga Bojonegoro sudah selesai dikerjakan. Jalur dari jrakah hingga stasiun poncol yang yang selama ini masalah pembebasan tanah yang sempat alot sudah dapat diselesaikan dan segera dioperasionalkan. “Pembebasan tanah yang alot sudah selesai sehingga jalur sisa spanjang enam kilometer sudah bisa diselesaikan,” Ujar Wawan.
Dijelaskan dengan penyelesaian jalur ganda terutama persilangan ini, setidaknya dapat menghemat waktu perjalanan kereta api hingga 30 menit hingga satu jam. Tidak hanya itu dari 92 kereta api yang melintas dapat menghemat 200 persilangan perharinya. Sedangkan kapasitas kereta api yang melintas bisa bertambah hingga dua kali lipat setelah rel ganda beroperasi. “Saat ini kami memiliki 100 loko dengan 1200 gerbong, sedangkan saat ini yang beoperasi sebanyak 92 rangkaian kereta api, bisa meningkat dua kali lipat jika rel kereta api sudah beoperasi,” jelas Wawan.
Saat ini Untuk jalur ganda yang melintas Kendal sudah selesai sejak akhir tahun 2013 lalu dan sudah dioperasikan. Untuk jalur Weleri hingga Kaliwungu dioperasionalkan tanggal 21 November 2013 dan jalur antara Kaliwungu hingga Jrakah tanggal 11 Desember 2013. “Jalur rel ganda di wilayah Kendal merupakan yang tercepat karena tidak ada kendala dalam pembebasan tanah dan pengerjaannya,” lanjutnya.

Semarang - Pembangunan infrastruktur gas bumi terintegrasi Jawa Tengah segera dimulai. Ini mencakup proyek pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap I dan proyek distribusi gas di provinsi ini yang terbagi dalam tiga koridor.
Proyek pipa transmisi Kalija I sepanjang 207 kilometer menghubungkan sumber gas lapangan Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero) dengan kapasitas gas 116 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara, proyek pipa transmisi Kalija tahap II direncanakan sepanjang 1.200 kilometer yang menghubungkan sumber gas di Kalimantan Timur ke Jawa.
Adapun tiga koridor jaringan distribusi gas bumi Jawa Tengah adalah Koridor I yang meliputi Kendal-Semarang-Demak (48 km), Koridor II wilayah Ungaran (34 km) dan Koridor III di wilayah Pekalongan-Solo Raya-Pati (235 km).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam keterangan persnya mengatakan pembangunan proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi di Jawa Tengah ini merupakan momentum penting untuk mempercepat program konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi.
"Pemerintah berharap pembangunan pipa dari Lapangan Gas Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok dapat selesai tepat waktu, sehingga bisa menghemat biaya energi PLN," katanya.
Pembangunan pipa transmisi Kalija I dilaksanakan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (PT KJG). Sebesar 80 persen sahamnya dikuasai oleh BUMN PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sedangkan sisanya 20 persen dimiliki PT Bakrie & Brothers.
Proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2015. Sementara proyek pipa transmisi Kalija tahap II akan dibangun selanjutnya.
Menurut Jero Wacik, pembangunan proyek Kalija I ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam mendorong percepatan infrastruktur gas bumi setelah sekian lama proyek ini terhenti.
Percepatan infrastruktur gas bumi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan alokasi gas bumi bagi domestik. Pada 2014, rencana alokasi gas domestik mencapai sebesar 4.560 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) atau 57,3 persen dari total produksi. Sementara pada 2013 alokasi gas bumi domestik sebanyak 3.774 BBTUD atau 52,6 persen.

Jakarta - Proyek pembangunan Mass Rapid Transit di Jakarta menjadi salah satu proyek infrastruktur terbaik dunia. Predikat itu diberikan oleh majalah 'World Finance' dengan mengevaluasi seluruh proyek yang sedang dikerjakan di dunia. Menurut Kepala Editor bidang Proyek Keuangan World Finance, Dustin Broadbery, MRT Jakarta dipilih salah satunya karena arti penting proyek bagi Jakarta dan Indonesia.
“Proyek ini dipilih karena merupakan proyek untuk mendorong kepercayaan dalam mengembangkan infrastruktur transportasi,” katanya dalam siaran pers, Kamis, 13 Maret 2014. Dia mengatakan MRT Jakarta pembangunan infrastruktur itu bakal membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertimbangan utama MRT Jakarta jadi salah satu yang terbaik adalah status proyek ini sebagai yang pertama di Indonesia.
World Finance menilai, PT MRT Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu menangani dengan baik berbagai persoalan yang muncul. Persoalan-persoalan itu merupakan tantangan yang kerap muncul sebelum dimulainya pekerjaan. Hal itu juga yang membuat tahapan awal konstruksi dianggap berjalan dengan baik.
Adapun menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, peran proyek moda transportasi massal berbasis rel ini cukup vital. Dia mengatakan, proyek MRT bisa menjadi pendorong proyek infrastruktur transportasi sejenis di kota lainnya. “Pasar domestik dan intenasional juga akan percaya bahwa Indonesia bisa membangun proyek sejenis ini (MRT),” ujar dia.
Berdasarkan daftar 20 besar proyek yang diakui World Finance, MRT Jakarta berada di posisi ke-16. Posisi itu lebih baik dari Hyderabad Metro Rail yang sedang dikerjakan di India. Proyek berbasis rel itu merupakan pekerjaan dengan konstruksi layang terbesar di dunia. Pemerintah India yang bekerja sama dengan swasta menargetkan HMR sepanjang 72 kilometer beroperasi pada 2017.
Sedangkan proyek infrastruktur terbaik dunia diraih oleh Low Carbon City Development yang dikerjakan di Masdar City, Uni Emirat Arab. Proyek itu bakal menggunakan konsep kota dengan sumber energi kota yang memanfaatkan energi matahari dan energi terbarukan lainnya. Proyek senilai US$ 20 miliar itu juga bakal menjadi Masdar City sebagai kota bebas kendaraan bermotor.
Berikut 20 proyek infrastruktur terbaik dunia versi majalah World Finance.
1. Masdar City-Low Carbon City Development (Uni Emirat Arab)
2. Monterrey – proyek distribusi air (Meksiko)
3. GDF Suez Peakers IPP – proyek pembangkit listrik (Panama)
4. Thika IPP – proyek pembangkit listrik (Kenya)
5. Bondo Poniente Waste to Energy – proyek pengelilaan limbah(Meksiko)
6. Tarahumara Pipeline – proyek pipa gas (Meksiko)
7. Dauvin – proyek pembangunan bendungan dan pembangkit listrik (Brazil)
8. London Array – proyek pembangkit listrik tenaga angin (Inggris)
9. Khazar Island – proyek pulau buatan (Azerbaijan)
10. Cidade Intelegente Buzios – proyek smart city (Brazil)
11. Alpatransit – proyek kereta api (Swiss)
12. Emal Phase II – proyek pengembangan aluminium (Dubai)
13. Alqueva Dam - proyek pembangunan bendungan dan pembangkit listrik (Portugal)
14. Bioceanio Anconcagua Caorridor – proyek transportasi berbasis rel (Argentina)
15. Fujisawa Sustainable Smart Town – proyek smart town (Jepang)
16. Jakarta Mass Rapid Transit – proyek transportasi massal (Indonesia)
17. Alkatara Ultra Mega Tower – proyem pembangkit listrik (India)
18. Al Jubail Desalination Plant – proyek desalinasi air (Arab Saudi)
19. Hyderabad Metro – proyek transportasi berbasis rel (India)
20. Shanghai Tower – proyek gedung pencakar langit ramah lingkungan (Cina)

Karanganyar - Dari total 1.252 bidang tanah yang terkena dampak proyek pembangunan jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) di wilayah Kabupaten Karanganyar, masih menyisakan 82 bidang yang belum bisa dibebaskan.
Bidang tanah yang belum bisa dibebaskan adalah di Desa Ngasem sebanyak delapan bidang, Jatikuwung tiga bidang, Jeruksawit 35 bidang, Kemiri 26 bidang dan Kebak masih 16 bidang. “Saat ini kami masih terus melakukan sosialisasi kepada warga, karena harga yang ditawarkan adalah harga final dan sebelumnya sudah disesuaikan oleh tim appraisal,” jelas Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kabupaten Karanganyar, Any Indrihastuti.
Any yang juga Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar itu mengatakan, hingga saat ini proses pembebasan tanah sudah mendekati 90%, dan diharapkan akan semakin bertambah serta diharapkan bisa selesai secepat mungkin.
Pasalnya, saat ini proses pembangunan fisik jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa itu terus dikerjakan agar bisa selesai tepat waktu. Di Karanganyar, jalan Tol Soker yang merupakan jalan tol terpanjang dan termahal di Indonesia, bakal melintas di sembilan desa yang ada di tiga kecamatan. Yakni Desa Ngasem dan Colomadu, Kecamatan Colomadu, Desa Wonorejo, Jeruksawit, Jatikuwung dan Karangturi di Kecamatan Colomadu, dan Desa Kemiri, Kebak dan Waru di Kecamatan Kebakkramat.
Total panjang jalan Tol Soker yang bakal melintas di Karanganyar sepanjang 15,100 km. Panjang ini melebihi yang ada di Kabupaten Boyolali 14,355 km dan Kota Solo hanya 0,395 km. Direncanakan ada dua interchange yang ada di Karanganyar, yakni yang ada di daerah Ngasem dan Kebakkramat. Ngasem juga bakal menjadi titik pertemuan dua ruas tol Trans Jawa, yakni Tol Soker dan Tol Solo-Semarang, yang saat ini juga masih dalam pembebasan tanah dan pembangunan fisik.Dengan panjang total 181 km termasuk jalan akses, Tol Soker merupakan jalan tol terpanjang dan termahal dalam sejarah pembangunan tol di Indonesia. Jalan tol ini melewati delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Kota Solo, Kabupaten Sragen, Ngawi, Madiun dan Nganjuk serta Jombang. Jalan tol ini dibangun melalui mekanisme Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS).

Solo - Pemerintah Kota ( Pemkot ) Solo mengalokasikan 19,5 persen dana perbaikan pasar senilai Rp. 23 miliar untuk revitalisasi Pasar Sibela. Agar dapt bersaing dengan Pasar Modern, Dinas Pengelola Pasar ( DPP ) juga akan meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) pedagang.
"Tahun ini, ada tiga Pasar yang masuk daftar revitalisasi. Termasuk Pasar Sibela yang pedagangnya sempat protes karena sebelumnya tidak masuk daftar pasar yang akan diperbaiki. Untuk Sibela, kami anggarkan Rp. 4,5 miliar," jelas Kepala DPP Kota Solo Subagyo.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan persiapan, khususnya menyusun Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) dan sosialisasi ke pedagang. Karena itu, Subagyo minta pedagang bersabar lantaran proses pembangunan ulang pasar sudah mulai berjalan.
"Tentu, kita tidak bisa ujug-ujug melakukan revitalisasi karena semua ada tahapannya. Sekarang sedang dipersiapkan, anggaran juga sudah ada seperti yang Pak Walikota bilang beberapa waktu yang lalu," ujarnya.
Selain Sibela, dua pasar lain yang akan diperbaiki adalah Pasar Tanggul di Jebres dan Pasar Gilingan, Banjarsari. Namun dana Rp. 23 miliar itu tidak hanya diperuntukkan bagi tiga pasar tersebut. Sisanya, digunakan untuk memperbaiki lima pasar yang masuk kategori rusak ringan. Sesuai penetapan anggaran, perbaikan dan revitalisasi pasar tradisional selesai akhir 2014 mendatang.
Tidak hanya perbaikan fisik, rencananya DPP juga akan memperbaiki manajemen di pasar. Pihaknya akan meningkatkan pelayanan melalui peningkatan SDM pedagang. Ini dilakukan agar pasar tradisional dapat bersaing dengan pasar modern yang mulai menjamu di Solo. "Upaya revitalisasi ini menyeluruh, mulai dari sarana dan prasarananya yang representatif, SDM-nya juga harus lebih baik dan manajemennya harus lebih efektif. Termasuk nanti akan ada zonasi pedagang sehingga memudahkan pembeli," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bada Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu ( BPMPT ), Toto Amanto mengakui banyaknya pasar modern yang muncul di Kota Bengawan. Dari catatannya, ada 69 toko modern yang tersebar di lima Kecamatan. Meski demikian, pihaknya akan mengkaji ulang keberadaan pasar modern itu agar tidak mematikan pasar tradisional dan pedagang kecil. "Kami akan mengkaji ulang keberadaan mereka, terutama dilihat dari tingkat kebutuhan calon konsumennya," ujarnya.
Kebumen - Dua pasar tradisonal Kebumen yang dibangun dengan dana APBN 2013, masing-masing
Pasar Kutowinangun di Kecamatan Kutowinangun dan Pasar Petanahan di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen, pada Kamis hari ini (13/03/2014), akan diresmikan oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.
"Kepastian jadwal peresmian kedua pasar itu sudah kami peroleh, ," jelas Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kebumen, Drs Sigit Basuki, saat melakukan persiapan penyambutan rombongan Menteri di Pasar Kutowinangun, Rabu (12/03/2014).
Menurut Sigit peresmian kedua pasar sengaja ditempatkan di Pasar Kutowinangun mengingat letak pasar ini strategis, yaitu di tepi jalur jalan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebab, setelah acara di Pasar Kutowinangun Menteri Perdagangan diagendakan segera meluncur ke Kabupaten Temanggung untuk peresmian pasar di daerah itu.
"Anggaran kedua pasar Kebumen yang akan diresmikan Menteri tersebut total Rp 23,7 miliar, masing-masing Pasar Kutowinangun Rp 14,5 miliar dan Pasar Petanahan Rp 9,2 miliar. Kapasitas kedua pasar itu mampu menampung duaribu lebih pedagang, terdiri dari pedagang kios dan los."

Solo - Pemkot Solo mewacanakan pembangunan gedung diklat pegawai negeri sipil (PNS) senilai Rp. 10 miliar di APBD 2015. Pembangunan tersebut diklaim untuk mendukung pelaksanaan UU Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Hari Prihatno, saat ditemui di Balai Kota, Senin (10/3/2014), mengatakan UU ASN mewajibkan seluruh PNS mengikuti diklat kompetensi 12 hari dalam setahun. Menurut Hari, hal tersebut sulit terpenuhi jika Solo tak memiliki lembaga diklat tersendiri.
“Sekarang baru Badan Diklat Jateng yang memiliki sertifikasi melatih PNS di tingkat provinsi. Kalau hanya mengandalkan lembaga itu jelas tidak mungkin. Setahun saja kami hanya dijatah sekitar 14 PNS untuk diklat kepemimpinan (diklatpim). Sedangkan PNS Solo ada ribuan,” ujarnya.
Pihaknya mengaku sudah memasukkan usulan pembangunan Gedung Diklat sebagai prioritas instansi dalam rencana kerja SKPD 2015. Hari membidik tanah negara seluas 4.000 meter persegi di belakang Faroka sebagai lokasi pembangunan gedung. “Selain mengajukan ke APBD, kami akan minta bantuan pembangunan ke APBN,” tuturnya.
Hari mengklaim gedung tersebut bisa merangkul PNS di Soloraya di samping mencukupi diklat kalangan sendiri. Menurutnya, abdi negara di sekitar Solo dapat diarahkan mengikuti diklat di lokasi tersebut. Pihaknya bakal merekrut widyaiswara sebagai mentor PNS dalam mengikuti diklat. “ Tak hanya skill sesuai kompetensi SKPD yang diajarkan, pola pikir juga bakal digarap.”
Sementara itu, Kabid Diklat BKD, Rini Kusumandari, mengatakan pembangunan gedung dapat menghemat pengeluaran diklat dalam jangka panjang. Rini menuturkan, tahun ini Pemkot menggelontor dana hingga Rp. 3,2 miliar untuk biaya diklat pegawai struktural dan fungsional. Rinciannya yakni Rp. 1,8 miliar untuk diklat struktural dan Rp. 1,5 miliar fungsional. Setiap PNS mengikuti diklat di provinsi selama 90 hari.
“Angka segitu hanya untuk diklat puluhan PNS. Misal struktural, yang didiklat tahun ini hanya 40 pegawai. Tentu anggaran itu bisa ditekan jika punya lembaga sendiri.”
Rini menambahkan opsi diklat tanpa menginap juga dapat menghemat biaya. Hanya, alternatif tersebut tidak dapat dilakukan setiap saat. Potensi penghematan anggaran dengan kepemilikan gedung sendiri juga diakui Hari. “Kami sempat menanyakan ke pusat, dari mana biaya diklat untuk seluruh PNS jika UU ASN diterapkan. Mereka tidak bisa menjawab. Kalau semua ditanggung daerah, anggaran kami jelas kobol-kobol. Pembengkakan dana itu bisa dikurangi jika punya badan diklat sendiri.”
