
Set Design
PT. Net Mediatama Indonesia
Gedung The East Lt 28 & 29
Jl. DR. IDE Anak Agung Jakarta
Responsibilities :
Bertanggungjawab terhadap bentuk desain set berdasarkan konsep desain pada program acara, dengan diaplikasikan baik pada area indoor maupun outdoor studio.
Requirements :
- Pria
- Usia maksimal 28 tahun
- Lulusan S1 / D3 Arsitek dengan IPK minimal 2,75
- Menguasai production set dan design set
- Menguasai Autocad 3D, Sketch Up
- Pengalaman minimal 2 tahun di bidang yang sama
Company Overview :
PT. Net Mediatama Indonesia adalah bagian dari kelompok usaha INDIKA GROUP. Meskipun bergerak di bidang usaha Energi & Sumberdaya di bawah bendera Indika Energy Tbk (www.indikaenergy.com), berdirinya INDIKA dimulai dari sebuah visi untuk membangun usaha di bidang Media Hiburan dan Teknologi Informasi. Nama INDIKA sendiri merupakan singkatan dari Industri Multimedia dan Informasi. Saat ini, melalui PT. Indika Multimedia, INDIKA GROUP bergerak di bidang usaha Event Organizer, Promotor, Broadcast Equipment, Production House dan Radio.
Sesuai perkembangan teknologi informasi, PT. Net Mediatama Indonesia didirikan dengan semangat bahwa konten hiburan dan informasi di masa mendatang akan semakin terhubung, lebih memasyarakat, lebih mendalam, lebih pribadi dan lebih mudah diakses dimanapun.
Closing Date :
29 Januari 2014
Setiap gedung yang direncanakan harus mempunyai perlengkapan drainase untuk menyalurkan air hujan dari atap dan halaman (dengan pengerasan) di dalam persil ke saluran pembuangan campuran kota.
Pengaliran Air Hujan Dengan 2 Cara, yaitu :
- Sistem Gravitasi. Melalui pipa dari atap dan balkon menuju lantai dasar dan dialirkan langsung ke saluran kota.
- Sistem Bertekanan (Storm Water). Air hujan yang masuk ke lantai basement melalui ramp dan air buangan lain yang berasal dari cuci mobil dan sebagainya dalam bak penampungan sementara (sump pit) di lantai basement terendah untuk kemudian dipompakan keluar menuju saluran kota.
Peralatan Sistem Drainase dan Air Hujan
1. Pompa Drainase (Storm Water Pump).
Pompa drainase berfungsi untuk memompakan air dari bak penampungan sementara menuju saluran utama bangunan. Pompa yang digunakan adalah jenis submersible pump (pompa terendam) dengan system operasi umumnya automatic dengan bantuan level control yang ada di pompa dan system parallel alternate.
2. Pipa Air Hujan.
Pipa air hujan berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari atap menuju riol bangunan. Bahan yang dipakai adalah PVC klas 10 bar.
3. Roof Drain.
Roof Drain berfungsi sama dengan floor drain, hanya penempatannya di atap bangunan dan air yang dialirkan adalah air hujan. Bahan yang dipakai adalah cast iron dengan diberi saringan berbentuk kubah di atasnya
4. Balcony Drain.
Berfungsi sama seperti roof drain, hanya penempatannya pada balkon
Demikian sedikit ulasan tentang sistem drainase gedung. Terima kasih.

Grobogan - Prihatin dengan jalan antardesa yang tak kunjung dibenahi, warga Desa Asemrudung yang bekerja bara berhasil membangun jalan antardesa. Mereka tergabung dalam Paguyuban Asemrudung (Pas) Kecamatan Toroh.
Iuran yang ditarik semenjak 2012, kini terkumpul Rp 124 juta. Uang itu, bisa diwujudkan untuk membangun jalan beton sepanjang 300 meter.
Ketua Pas Priyadi mengatakan, titik jalan yang dibangun justru tidak berada di Desa Asemrudung, melainkan di jalan Dusun Sungkruk, Desa Ngrandah. Jalan yang berupa tanah liat tersebut merupakan akses utama warga Asemrudung jika hendak menuju Purwodadi maupun Semarang.
”Ini adalah inisiatif warga Asemrudung yang kebanyakan bekerja sebagai buruh bangunan di luar kota. Dulu jalan di sini rusak parah. Maka banyak warga (Asemrudung) yang akan ke Purwodadi justru lewat Sukodono Sragen,” kata Priyadi, Senin (30/12).
Mulai Agustus 2012 hingga saat ini, pembangunan jalan dilakukan dalam tiga tahap. Semula, jalan yang berupa tanah liat hanya disusun batu di atasnya. Namun pembangunan yang menghabiskan dana Rp 41,7 juta di sepanjang 1 km ini tak terlihat lagi.
Banyaknya mobil dan truk yang melintas menenggelamkan batu-batuan ke dalam tanah liat. Dengan begitu, saat musim hujan datang jalanan sulit dilewati.
Pada Agustus 2013, Pas mulai iuran dan terkumpul Rp 42,7 juta. Sejumlah 32,6 juta digunakan untuk mengecor jalan. Maka 100 meter jalan beton berhasil diselesaikan. Dilanjutkan pada Oktober lalu dengan mengadakan iuran lagi dan terkumpul Rp 50 juta. Semua uang digunakan untuk pembelian material, lantaran tenaga berasal dari masyarakat sekitar.
”Sudah sekitar 200 meter yang selesai dibangun. Tapi saat ini proses masih terus berjalan,” lanjut Priyadi.
Priyadi berharap swadaya warga Asemrudung menarik perhatian pemerintah daerah. Harapannya, ke depan akan memperoleh dana bantuan untuk pembangunan jalan antardesa. Terlebih lagi, pada tahun depan, pemerintah Kabupaten Grobogan juga menganggarkan dana Rp 5 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan antardesa. Dana tersebut dibagikan pada 50 titik jalan dengan nominal Rp 100 juta per titik jalan.
.jpg)
Rembang - Niat Kabupaten Rembang untuk memiliki bandara perintis semakin serius. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Rembang mengusulkan dua calon lokasi bandara ke Kementerian Perhubungan.
Kepala Dishubkominfo Rembang, Suyono mengatakan, dua calon lokasi bandara berada di pesisir Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang dan Desa Purworejo-Tasikharjo, Kecamatan Kaliori. "Kedua calon lokasi kami usulkan, biar tim dari Kemenhub nantinya yang melakukan survei untuk menentukan kelayakannya," terang Suyono, Senin (30/12).
Tim Dishubkominfo Senin pagi melakukan survei di dua calon lokasi bandara. Petugas juga mengambil foto di pesisir kedua lokasi. Suyono yakin usulan pembangunan bandara perintis mendapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat. Untuk membuat bandara dibutuhkan lahan seluas sekitar 100 hektare, dengan landasan pacu sepanjang 1,5 km.
Menurut Suyono, kedua calon lokasi berpotensi dibangun bandara. Hanya saja di lokasi di pesisir Pasarbanggi berdekatan dengan jaringan menara Sutet. "Dibanding Pasarbanggi, pesisir Purworejo - Tasikharjo lebih berpotensi karena kondisi daratan dan pantainya landai," jelasnya.
Jika disetujui, landasan pacu bandara akan dibuat melintang dari barat ke timur. Wilayah pantai akan direklamasi untuk perluasan bandara. Dari pantauannya, penggunaan pesisir Purworejo - Tasikharjo tidak akan bersinggungan dengan kepentingan nelayan. Sebab hanya sedikit nelayan yang memarkir perahunya di pantai tersebut.
Pemkab juga tidak perlu melakukan pembebasan banyak lahan karena tanah calon lokasi berstatus tanah negara. Diperkirakan pembangunan bandara akan menelan biaya hingga Rp. 1 Triliun.
"Jika persetujuan dari Pusat sudah turun, baru nanti akan disosialisasikan ke warga setempat. Bagaimana pun perlu penataan termasuk pemindahan tempat perahu nelayan. Termasuk pembuatan Amdalnya," jelasnya.
Suyono menambahkan, Rembang serius merintis pembangunan bandara menyusul tingginya minat investor untuk menanamkan modalnya di Rembang. Banyak calon investor yang mengeluhkan jauhnya Rembang dari Bandara. Bandara terdekat di Surabaya berjarak tiga sampai empat jam, sementara Bandara di Semarang berjarak lima sampai enam jam.
"Kami belajar dari Banyuwangi yang juga baru saja membangun bandara perintis. Termasuk rencana menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan agar mau membuka rute pesawat ke Rembang. Percuma jika punya bandara, tapi tidak ada jaminan pesawat yang singgah," jelasnya.

Project Control
PT. Pratiwi Putri Sulung
Jl. Wibawa Mukti - Jatisih
Jatiasih, West Java, Indonesia
E-mail : hrd@pratiwi.com
Requirements :
- Usia maksimal 28 tahun
- Lulusan min S1 jurusan Teknik, diutamakan Teknik Sipil
- Berpengalaman minimal 2 tahun atau lebih sebagai Project Control di Perusahaan EPC
- Mahir dengan Ms. Project
- Cepat belajar, cekatan dan bisa bekerja pada minimum Supervise
Company Overview :
Established in 1987, PT. Pratiwi Putri Sulung (PPS), initially involved as a Indonesian supplier in oil and gas industry. In the area of gas metering system, PPS finds its market dominance by partneringwith RMG Regel + Messtechnik GmbH, the leadig gas processing equipment manufacturer in Europe
Closing Date :
29 Januari 2014
Pada awal pelaksanaan proyek, pengukuran awal yang baik termasuk survey lokasi dan pematokan awal menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan berikutnya.
Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dalam pengukuran awal, survey lokasi dan pematokan awal antara lain:
1. Pemeriksaan dan Pematokan Batas Lahan
Hal yang paling mendasar adalah memastikan bahwa lahan yang dilaksanakan adalah sesuai dengan lokasi yang disebutkan dalam Kontrak dan Sertifikat Tanah yang dimiliki oleh Owner, karena semua acuan perletakan bangunan dan infrastrukturnya, harus mengacu pada batas-batas lahan yang benar.
Langkah pemeriksaan dan pematokan batas lahan adalah sebagai berikut :
- Pastikan bahwa patok batas lahan, pada tiap sudut perimeter lahan sesuai dengan data Badan Pertanahan Nasional. Jika belum ada patok dari BPN, sebaiknya diminta pihak BPN atau pengelola kawasan untuk memasang patok-patok batas lahan yang sesuai dengan data mereka.
- Jika patok yang ada belum permanen (tidak dicor) atau tidak terlindungi dengan baik, sebaiknya dibuat patok beton dengan cor dan memasang titik batas dengan tanda paku tertanam di tiap patok dan lindungilah patok-patok tersebut dengan perimeter yang baik dan mudah dipantau (dari bambu atau kaso dan diberi tanda warna atau bendera atau tanda lain yang mudah dilihat).
- Setelah dipastikan seluruh patok perimeter sesuai, Berita Acara Joint Survey yang sudah disahkan bersama instansi terkait dan Konsultan Pengawas atau Owner harus disimpan dan menjadi dasar acuan seluruh pengukuran berikutnya.
- Titik batas lahan dan garis perimeternya diplot ke gambar dan dilakukan cross check apakah sesuai dengan batas yang diberikan dalam gambar desain atau gambar konstruksi. Jika terjadi perbedaan maka harus dilaporkan kepada Konsultan untuk dilakukan penyesuaian gambar desain.
- Periksa luas lahan apakah sesuai dengan luasan pada sertifikat tanah yang dimiliki Owner.
- Buatlah patok-patok benchmark utama (BM) yang terhubung dengan seluruh titik sudut perimeter lahan di lokasi yang tidak terganggu selama pelaksanaan proyek dan diplotkan pada gambar pelaksanaan, serta menjadi acuan awal pelaksanaan pematokan (stacking out) pada bangunan-bangunan yang akan dilaksanakan.
- Jika diperlukan, dapat dibuat patok-patok pinjaman untuk mempermudah pelaksanaan pengukuran dan pematokan berikutnya.
2. Pemeriksaan Level dan Kontur Tanah Eksisting
Setelah batas lahan dipastikan sesuai, segera dilakukan pemeriksaan level dan kontur tanah eksisting, untuk mendapatkan data acuan level bangunan serta infrastruktur yang akan dilaksanakan.
Data dari pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk perhitungan pekerjaan cut and fill serta galian / urugan yang diperlukan.
Tanda atau marking level di lapangan untuk level acuan seluruh bangunan yang akan dikerjakan, dapat berupa tanda segitiga terbalik berwarna merah dan angka level acuan, yang dapat dibuat pada patok BM utama atau pada bangunan atau infrastruktur eksisting yang dipastikan tidak akan berubah dalam jangka waktu yang cukup lama, minimal selama pelaksanaan proyek.
Lakukan pengukuran kontur tanah eksisting, termasuk level jalan raya, saluran, pedestrian, dsb, termasuk seluruh kondisi eksisting pada area di sekitar lokasi proyek jika memungkinkan (sekitar 5 m' di luar batas lahan).
Pastikan data dipelihara dengan baik dan jika tanda yang dibuat di lapangan terhapus atau rusak segera lakukan perbaikan atau pembuatan tanda yang baru.
3. Gambar Situasi dan Potongan
Setelah diperoleh data dari pengukuran dan pengecekan batas lahan serta kontur eksisting, data yang ada diplotkan di Gambar Situasi dan Potongan, sebagai gambar kerja, meliputi data-data dan informasi antara lain :
- Titik patok dan garis perimeter (batas lahan).
- Titik patok benchmark dan pinjaman.
- Titik penempatan tanda atau marking level acuan.
- Garis kontur lahan eksisting.
- Posisi dan dimensi perimeter as atau perimeter luar masing-masing bangunan serta infrastruktur utama yang akan dikerjakan, termasuk jarak antar bangunan dan infrastruktur yang direncanakan.
- Garis sepadan bangunan (GSB).
- Bangunan atau konstruksi atau infrastruktur eksisting di dalam area proyek.
- Untuk infrastruktur atau bangunan eksisting tertentu perlu diukur dan digambarkan posisi dan dimensi aktualnya, serta diberikan tanda untuk infrastruktur eksisting yang akan terpengaruh pekerjaan, misalnya tiang listrik atau lampu PJU atau bak kontrol atau pohon yang harus dibongkar atau dipindahkan karena lokasi penempatannya akan dibangun jalan entrance maupun exit.
- Potongan melintang dan memanjang jalan raya eksisting dan infrastrukturnya, untuk menunjukkan level masing-masing infrastruktur eksisting (jalan, saluran, kabel dan pipa eksisting).
- Potongan memanjang dan melintang yang menunjukkan level bangunan dan infrastruktur (jalan dan saluran) yang akan dilaksanakan, untuk menunjukkan level rencana terhadap jalan dan saluran drainase eksisting. Jika terdapat masalah segera informasikan kepada Konsultan dan Owner supaya dapat diperoleh solusinya bersama-sama, misalnya untuk kemiringan saluran yang akan dilaksanakan terhadap outlet pada pertemuan dengan saluran drainase eksisting.
Infrastruktur eksisting di sekitar perimeter proyek yang harus dipantau dan diambil posisi dan levelnya antara lain :
- Jalan raya, saluran dan trotoar / pedestrian.
- Tiang telepon.
- Tiang listrik dan lampu PJU.
- Rambu-rambu dan pohon penghijauan milik instansi kawasan atau pemerintah.
- Posisi utilitas kabel dan pemipaan eksisting termasuk bak kontrol maupun instalasi kontrol lainnya.
- Menara air atau menara telekomunikasi yang berada di dekat perimeter lahan proyek, yang mungkin akan terpengaruh, mempengaruhi atau harus dilindungi dari efek pelaksanaan pekerjaan.
- Bangunan dan utilitas milik tetangga di samping dan di seberang lokasi proyek.
- Sungai, lereng dan vegetasi tinggi di sekitar lokasi proyek dalam radius yang berpengaruh pada ataupun dipengaruhi oleh pelaksanaan proyek.
Selain itu perlu juga didokumentasikan kondisi tiap bangunan atau infrastruktur atau lereng alam eksisting, serta dibuat laporan atau berita acara yang diserahkan ke Konsultan, Owner atau instansi terkait, untuk data dan dasar jika terjadi permasalahan, misalnya tuduhan menimbulkan kerusakan atau tuntutan untuk memperbaiki dan memasang kembali dari pihak lain, supaya dapat diketahui apakah memang kerusakan ditimbulkan karena pelaksanaan proyek atau sudah rusak sebelum proyek dimulai
4. Pengamatan kondisi lapangan
Selain pengukuran dan pendataan serta pembuatan gambar seperti diuraikan di atas, kondisi lapangan baik di dalam lokasi maupun di sekitar lokasi proyek, perlu diamati antara lain :
- Kondisi tanah dan vegetasi serta konstruksi dan utilitas eksisting di lokasi proyek.
- Bahaya alam (lereng yang mudah longsor, daerah sambaran petir, dsb).
- Kondisi lalu lintas serta manuver kendaraan di sekitar lokasi proyek.
- Lokasi dan nomor telepon instansi penting (kantor pemerintahan dan kawasan yang terdekat dengan lokasi proyek seperti kantor kelurahan atau kecamatan, kantor polisi, klinik atau rumah sakit, kantor pemadam kebakaran, tempat ibadah, warung makan dan kios, dsb).
- Kondisi sosial di sekitar lokasi proyek.
Hal ini dimaksudkan supaya tim Kontraktor dapat mengantisipasi segala kendala yang mungkin timbul serta membuat persiapan pencegahannya, termasuk memberikan gambaran awal yang baik untuk penempatan bangunan sementara termasuk akses dan jalan kerja yang diperlukan.
Kendala yang mungkin timbul antara lain :
- Potensi kemacetan pada jam tertentu di jalan sekitar proyek.
- Adanya cekungan yang harus diperbaiki sebelum pelaksanaan konstruksi jalan di proyek, dsb
Pengamatan ini juga berguna untuk menganalisa metoda kerja yang akan digunakan, dalam kaitan aspek teknis maupun non teknis yang mungkin terjadi
Walaupun pengamatan dan informasi ini pada umumnya telah dilakukan sebelum mengikuti tender, lebih baik pada awal pelaksanaan, tim konstruksi melakukan pengamatan ulang supaya diperoleh gambaran yang lebih jelas dan akutal termasuk jika informasi dari tim tender terdapat kekurangan atau kurang jelas.
Demikian sedikit ulasan tentang pekerjaan survey dan pengukuran awal yang biasa dilakukan sebelum proyek dimulai. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


