Seringkali kita lihat lampu-lampu penerangan di pinggir jalan bisa hidup dan mati sendiri secara otomatis. Bagi yang berkecimpung di dunia kelistrikan mungkin hal ini dibilang sepele, namun bagi yang awam dengan dunia kelistrikan, pada kesempatan ini akan kami bahas tentang saklar otomatis pada lampu penerangan jalan.
Pada umumnya instalasi penerangan jalan banyak menggunakan photocell dan timer sebagai saklarnya. Pada kesempatan ini kami akan lebih membahas photocell sebagai saklar. Untuk timer sebagai saklar barangkali akan kami bahas pada kesempatan selanjutnya.
Photocell merupakan saklar otomatis yang prinsip kerjanya berdasarkan sensor cahaya. Prinsip kerjanya jika cahaya mengenai / kontak body Photocell maka resistor (Light Dependent Resistor) sebagai komponen utamanya secara otomatis akan memperbesar nilai resistansi, sehingga arus listrik yang mengalir pada resistor akan terhambat hal ini mengakibatkan lampu sebagai beban akhirnya akan padam.
Untuk cara pemasangannya dapat dilihat pada gambar rangkaian di bawah ini :
Photocell bentuknya berbeda beda namun memasang nya tetap sama. Ada 3 kabel yang keluar dari alat ini yaitu kabel warna hitam, putih dan merah. Kabel hitam dihubungkan ke sumber listrik (Fasa), kabel merah ke lampu, sedang kabel putih ke netral.
Sangat mudah kan cara pemasangannya? Barangkali dari Anda yang ingin memasang photocell pada instalasi penerangan di teras rumah anda masing-masing tidak ada salahnya sehingga tidak susah payah menyalakan dan mematikan lampu penerangan di teras rumah, apalagi bagi Anda yang sering meninggalkan rumah ke luar kota dan tidak mau direpotkan dengan lampu penerangan teras rumah maka alat ini cocok membantu anda. Demikian, selamat mencoba dan terima kasih.....
Dalam sebuah proyek konstruksi, misalnya pembangunan gedung, sebagai kontraktor harus bisa merencanakan pengaturan site, penempatan fasilitas proyek, penempatan peralatan dan perlengkapan site dengan tepat agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut berjalan dengan lancar dan meminimalkan gangguan apapun. Tidak ada alasan bagi seorang kontraktor mengatakan tidak bisa bekerja maksimal dikarenakan lokasi pembangunan sempit ataupun terdapat gangguan dari lingkungan sekitar. Biasanya sebelum pelaksanaan proyek pada saat survey lokasi sebagai kontraktor telah mengatur strategi dan rencana pengaturan site untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Setelah tersusun rencana tersebut lalu diserahkan ke Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) untuk mendapatkan persetujuan site management.
Berikut ini akan kami ulas hal-hal yang biasanya diatur dalam site management proyek, antara lain :
- Jalan Proyek. Buatkan jalan menuju proyek untuk kendaraan mobilisasi material maupun perlengkapan dan peralatan menuju ke proyek. Jalan kendaraan proyek seharusnya tidak melintasi area bangunan agar pada saat area dibangun tidak mengganggu proses mobilisasi dan demobilisasi. Selain jalan proyek untuk kendaraan, buatkan juga jalan untuk pekerja menuju proyek yang biasanya diamankan dengan tali tambang di kanan kiri jalan.
- Pagar Proyek. Buat pagar di area terluar proyek mengelilingi area proyek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan / dampak proyek terhadap lingkungan sekitar. Pagar proyek juga bertujuan agar area proyek tidak menjadi tempat lalu lalang orang-orang / masyarakat sekitar. Area proyek hanya boleh dimasuki untuk orang-orang tertentu. Maka pagar proyek wajib dibuat dalam sebuah proyek.
- Site Office. Posisi site office usahakan di area yang aman dan tidak di area bangunan sehingga site office tersebut tidak berpindah-pindah tempat sampai proyek selesai. Atau kalaupun tidak ada area yang bebas, maka usahakan site office ditempatkan di area yang paling terakhir dibangun.
- Area Pembersihan Mobil Truk dan Mobil Molen Beton. Buatkan area khusus untuk mencuci mobil truk pengangkut tanah maupun mobil truk molen, sehingga ketika mobil truk tersebut keluar dari area proyek, ban mobil tersebut tidak mengotori jalan sekitar dan lingkungan. Lebih-lebih apabila pada pelaksanaan proyek tersebut pada musim hujan, maka untuk menghindari komplain dari warga sekitar, area pembersihan kendaraan proyek harus ada.
- Gerbang Proyek. Posisi gerbang proyek rencanakan pada posisi yang langsung menuju jalan utama dan mudah diakses.
- Pos Satpam. Rencanakan posisi pos satpam berada di dekat gerbang proyek untuk memudahkan dalam pengontrolan lalu lintas keluar masuk proyek. Selain di dekat gerbang masuk proyek, usahakan buat pos satpam di area yang rawan yang memerlukan pengamanan yang ketat.
- Jalur Evakuasi. Rencanakan skenario evakuasi dan jalur evakuasi pekerja apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proyek. Pasang rambu-rambu jalur evakuasi untuk memudahkan proses evakuasi pekerja dan sediakan titik kumpul evakuasi pekerja di tempat yang aman.
- Tower Crane (TC). Apabila proyek menggunakan tower crane, cari posisi tower crane yang dapat menjangkau dan melayani pengangkutan material untuk semua area lokasi proyek.
- Passenger Hoist (PH). Apabila proyek menggunakan passenger hoist, cari posisi yang aman dan di jalur jalan proyek untuk pekerja. Area jalan proyek untuk pekerja ke passenger hoist harus diamankan.
- Tangga Darurat Sementara. Biasanya terbuat dari scaffolding. Fungsi tangga darurat ini biasanya untuk inspeksi sebelum ada passenger hoist (bila ada) atau tangga bangunan dibuat. Cari posisi penempatan tangga darurat yang aman dan mudah dijangkau. Tangga darurat sementara ini kelihatannya sepele namun diperlukan untuk inspeksi pada saat pengecoran. Biasanya di tangga darurat sementara juga dipasang jaring pengaman.
- Lampu Penerangan. Lampu penerangan perlu diatur posisinya agar kegiatan pekerjaan dapat berlangsung dengan baik, terutama apabila pekerjaan dilakukan pada malam hari. Jumlah lampu penerangan juga harus cukup dan di jalur-jalur evakuasi harus dipasang lampu penerangan. Sediakan juga lampu penerangan yang moveable yang dapat dipindah-pindah sehingga dapat diletakkan pada titik darurat yang membutuhkan penerangan dalam waktu cepat.
- Toilet Sementara. Toilet sementara diperlukan untuk menjaga kebersihan dalam proyek dan untuk mendukung program K3. Biasanya hanya disediakan untuk tempat kencing bagi pekerja. Letakkan posisi tempat kencing tiap lantai yang mudah terlihat namun tetap menutup aurat. Pasang rambu-rambu menuju tempat kencing agar pekerja tidak kencing sembarangan di area proyek.
- Area Khusus Merokok. Area khusus merokok perlu disediakan bagi pekerja agar pekerja tidak merokok sembarangan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di proyek. Petugas K3 harus melarang semua pekerja merokok pada saat melakukan aktivitas pekerjaan. Apabila pekerja mau merokok harus ke tempat area khusus merokok yang telah disediakan. Usahakan pasang rambu-rambu di area khusus merokok.
- Gudang Proyek. Atur posisi gudang proyek pada titik mana kendaraan pengangkut material maupun perlengkapan berhenti sehingga memudahkan pekerja memindahkan material / perlengkapan tersebut ke lokasi proyek.
- Area yang boleh dan yang tidak boleh di akses. Pada saat pelaksanaan proyek sudah menginjak pada tahapan pekerjaan finishing biasanya dilokalisir area-area mana yang tidak boleh diakses dan area-area mana yang masih boleh di akses. Hal ini bertujuan untuk menjaga produk yang sudah dipasang dari kerusakan sebelum serah terima pekerjaan. Biasanya kontraktor merencakan pengaturan area-area tersebut dengan memperhatikan jalur-jalur pekerja agar pekerjaan yang belum selesai tetap berjalan namun tidak mengganngu area yang telah selesai dikerjakan dari kerusakan. Biasanya dipasang rambu-rambu khusus di area yang tidak boleh di akses atau apabila area tersebut berbentuk ruangan tertutup maka ruangan tersebut dikunci untuk mengamankan barang-barang yang telah dipasang.
Demikian sedikit ulasan tentang hal-hal yang diatur dalam site management proyek. Kecakapan dalam mengatur site berpengaruh dalam pelaksanaan pembangunan. Semoga bermanfaat, terima kasih....
Sprinkler merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada sebuah bangunan. Sprinkler akan secara otomatis menyala bila ada kebakaran yang terjadi. Instalasi sprinkler dipasang secara permanen di dalam bangunan.
Sering kali kita bertanya-tanya dan bingung bagaimana cara menentukan jumlah titik sprinkler untuk bangunan di proyek kita agar tepat dan pas dalam mengantisipasi kebakaran di gedung tersebut. Pada kesempatan kali ini akan kami ulas tentang cara menghitung jumlah titik sprinkler dalam sebuah gedung. Berikut rumus untuk menentukan jumlah titik sprinkler :
Jumlah Titik Sprinkler = Luas Bangunan
Luas sprinkler / perlindungan
Dimana : Luas bangunan = P x L
Luas sprinkler = π(R)2
R = 2,4 m
Contoh :
Sebuah ruangan berukuran 60 x 3 meter. Berapa jumlah titik sprinkler yang diperlukan ruangan tersebut?
Jawab
Jumlah titik sprinkler = luas bangunan
luas sprinkler / perlindungan
Luas bangunan = 60 x 3
= 180 m2
Luas sprinkler = π(R)2
= 3,14 x (2,4)2
= 18,08 m2
Maka :
Jumlah titik sprinkler = 180
18,08
= 9,95
Dibulatkan = 10 buah.
Mudah kan? Selamat mencoba menghitung jumlah sprinkler yang ada di proyek anda masig-masing. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Water stop adalah material pengisi celah pada rongga sambungan beton. Pemasangan waterstop dilaksanakan pada setiap joint, baik pada construction, contraction ataupun expansion joint.
Pada kesempatan ini akan kami bahas jenis-jenis water stop dan karakteristiknya, antara lain :
1. PVC Waterstop
Adalah bahan khusus yang terbuat dari PVC yang memiliki kelenturan bahan yang baik seperti karet dan dipasang pada sambungan beton yang rapat atau mempunyai celah dan berfungsi untuk menahan aliran air yang masuk kedalam bangunan melalui sambungan beton tersebut.
PVC Waterstop digunakan untuk sambungan konstruksi & sambungan menerus beton dengan masing-masing ukuran serta bentuk yang berbeda sesuai kebutuhan konstruksi yang diijinkan.
Biasanya digunakan untuk sambungan antara beton lantai, dinding dengan lantai, dan untuk sambungan menerus beton, perubahan arah, dll
Polyvinylchloride (PVC) Waterstops adalah mengandung bahan yang fleksibel dan membuat waterstops ini populer dengan kekhususannya dan kemampuannya. Sifat fisik bahan, elastisitas melekat sangat baik dan ketahanan terhadap bahan kimia dan tekanan air telah membuatnya menjadi bahan Waterstop paling banyak dibutuhkan pada sambungan konstruksi.
Waterstops PVC tersedia dalam beberapa jenis dan ukuran. Pemilihan jenis bahan Waterstop yang tepat harus dimulai dengan menentukan apakah sambungan tersebut bergerak atau tidak bergerak.
Aplikasi PVC Water stop termasuk yang berhubungan dengan:
- Bak Air dan fasilitas air limbah
- Bendungan, waduk, kanal penampungan air, dan saluran air
- Terowongan dan gorong-gorong
- Sambungan beton struktur gedung, dll.
2. Swellable Waterstop
Adalah bahan khusus yang terbuat dari bahan komposisi bentonite dengan butyl rubber compound yang akan mengembang beberapa hari setelah bersentuhan dengan air dengan maksimum pemuaian 300 persen dari volume / bentuk semula. Ditempatkan pada sambungan pengecoran beton untuk menghambat dan menghentikan perjalanan air menembus struktur beton melalui jalur yang terbentuk akibat sambungan. Pengembangan di dalam celah sambungan akan menutup semua celah yang tertinggal dan secara sempurna menjadi sumbat bagi air. Sangat cocok digunakan pada struktur beton yang rumit, misalnya lantai dan dinding basement, tangki air, kolam renang, dan lainnya yang berhubungan dengan air, dimana waterstop tipe lain sulit digunakan atau diaplikasikan secara sempurna.
Komposisi
Dibuat dari bahan sodium bentonite aktif yang ditambah additive khusus untuk menunda pengembangan.
Keunggulan
- Praktis, cepat dan mudah dalam pemasangannya dan tidak membutuhkan tenaga khusus / ahli untuk memasangnya.
- Tidak langsung mengembang sesaat bertemu air, aman meski terkena air hujan, air genangan ataupun air semen dari beton.
- Flexibel dan mudah mengikuti tekstur permukaan beton.
- Kualitas tidak menurun meski terus berhubungan dengan air yang bertekanan.
- Kemampuan mengembang menyusut yang sangat tinggi, aman untuk struktur jangka panjang.
Demikian sedikit penjelasan tentang water stop dan aplikasinya. Semoga bermanfaat...
Penyimpangan pada pelaksanaan proyek terhadap perencanaan sering terjadi, baik terhadap biaya maupun waktu. Apabila dalam sebuah proyek kita berperan sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi, kita dituntut untuk dapat mengendalikan biaya dan waktu agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk mengetahui terjadinya penyimpangan secara dini, dapat dipergunakan metode varian dan metode earned value atau metode nilai hasil. Metode-metode ini dipakai untuk pengendalian terhadap biaya dan waktu.
a. Metode Varian
Yaitu pengendalian biaya proyek dengan melakukan identifikasi varian pada data pengeluaran biaya pelaksanaan terhadap biaya rencana secara periodik atau dalam kurun waktu tertentu.
b. Metode Nilai Hasil (earned value)
Dalam metode ini memakai dasar-dasar asumsi tertentu agar dapat dikembangkan untuk membuat perkiraan atau proyeksi keadaan masa depan proyek. Metode ini digunakan untuk :
(1) Mengetahui performance proyek dari sisi biaya pada suatu waktu;
- apakah pengeluaran biaya > dari rencana.
- apakah pengeluaran biaya < dari rencana.
- apakah pengeluaran biaya = dari rencana.
(2) Mengetahui performance proyek dari sisi jadwal/waktu pada suatu waktu;
- apakah waktu pelaksanaan lebih cepat dibanding rencana.
- apakah waktu pelaksanaan lebih lambat dibanding rencana.
- apakah waktu pelaksanaan sama dengan rencana.
(3) Prediksi biaya untuk menyelesaikan proyek setelah waktu evaluasi ; proyek untung atau rugi.
(4) Prediksi waktu untuk menyelesaikan proyek setelah evaluasi, lebih cepat atau lebih lambat.
Indikator dan Formulasi
Indikator yang digunakan dalam konsep nilai hasil :
- ACWP (Actual Cost Work Performed) ; Jumlah biaya aktual/yang sesungguhnya untuk suatu pekerjaan yang telah terlaksana dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan akuntansi.
- BCWP (Undated Cost of Work Performed); Jumlah nilai hasil pekerjaan yang telah diselesaikan untuk suatu pekerjaan dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan prestasi mingguan.
- BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled) ; biaya/anggaran yang direncanakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, didapat dari time schedule, Bar Chard dan kurva S.
Ketiga indikator ini memperlihatkan varian biaya dan varian waktu.
Varian biaya adalah penyimpangan pengeluaran biaya aktual untuk pelaksanaan pekerjaan terhadap prestasi riil dalam satuan biaya Varian biaya = Cost Varian = CV.
Rumusnya:
CV = BCWP – ACWP
Varian waktu/jadwal adalah penyimpangan prestasi riil (dalam satuan biaya) terhadap biaya rencana. Varian Jadwal = Schedule Varian = SV.
Rumusnya :
SV = KCWP – BCWS
Kinerja proyek dari analisis varian biaya dan varian waktu yang mungkin terjadi dapat dilihat sebagai berikut :
- CV Positif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya kurang dari anggaran; untung.
- CV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya lebih dan anggaran; rugi.
- CV nol berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya sama dengan anggaran.
- SV positif berarti pekerjaan dilaksanakan lebih cepat.
- SV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan terlambat.
- SV nol berarti pekerjaan dilaksanakan sesuai waktu rencana.
Demikian sedikit penjelasan tentang metode pengendalian biaya dan waktu pada proyek. Terima kasih.

Kwh meter adalah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besar pemakaian daya konsumen. Pada saat ini umumnya Kwh meter yang terpasang adalah Kwh meter prabayar. Kwh meter prabayar ini dirancang denngan menggunakan kwh meter elektrik yang
baru. Sistem pembayaran atau pengisian rekening listrk adalah dengan menggunakan
aplikasi chip card. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat dan PLN dalam hal
proses pengisian rekening listrik yang efektif.
Lalu bagaimana cara menghitung Kwh meter prabayar?
Berikut ini adalah tabel rumus perhitungan token pln disesuaikan dengan Kwh meter prabayar yang anda miliki. Semakin besar daya yang anda gunakan maka semakin besar pula kwh/rupiah yang akan anda tanggung.
| Tarif | Daya | Rp/Kwh |
| Bisnis B1 | 2.200 | 905 |
| Rumah Tangga R1 | 5.500 | 890 |
| Rumah Tangga R1 | 2.200 | 795 |
| Bisnis B1 | 1.300 | 795 |
| Rumah Tangga R1 | 1.300 | 790 |
| Sosial S2 | 3.500 | 755 |
| Sosial S2 | 2.200 | 650 |
| Bisnis B1 | 900 | 630 |
| Sosial S2 | 1.300 | 605 |
| Rumah Tangga R1 | 900 | 605 |
| Bisnis B1 | 450 | 535 |
| Sosial S2 | 900 | 455 |
| Sosial R1 | 450 | 415 |
| Sosial S2 | 450 | 325 |
| Rumah Tangga R1 | diatas 6.600 | 1.330 |
| Bisnis B1 | 5.500 | 1.100 |
Rumus perhitungan nilai kwh yang akan anda dapatkan setelah membeli di token PLN adalah sebagai berikut :
Nilai Kwh = (Nilai Voucher - Biaya Admin Bank - Biaya PPJ) / TDL
Keterangan :
Adm Bank : Besaran nilai biaya administrasi Bank sebagai penyedia PPOB. Besaran adm tergantung pada Bank penyedia. Pada umumnya berkisar antara Rp.1.600 per transaksi.
Biaya PPJ : Persentase Pajak Penerangan Jalan. Nilainya bisa berbeda pada tiap daerah atau wilayah. Nilai maksimumnya adalah 10% dari nominal setelah dikenakan bea admin Bank.
TDL : Merupakan Tarif Dasar Listrik dibagi beban kwh (Kilo Watt Hour). Besarannya berdasarkan pada kelompok pelanggan dan daya listrik (Lihat tabel di atas).
Contoh :
Kita lihat salah satu contoh perhitungan Nilai Kwh yang akan diperoleh pelanggan dengan daya listrik 900W/R1 dengan pembelian nominal token PLN Rp. 50.000 Berdasarkan pada rumus perkiraan di atas maka jumlah KWH yang akan diperoleh adalah sebagai berikut :
Kwh = (Nilai Voucher - Biaya Admin Bank - Biaya PPJ) / TDL
Kwh = (50.000 – 1.600 – 4.840) / 605 kwh
Kwh = Rp. 43.560 / 605 kwh,
Total Kwh yang didapat = 72,00 kwh
Demikian sedikit penjelasan tentang cara menghitung Kwh meter prabayar. Semoga menambah wawasan kita. Terima kasih....





