Poker Asli Indonesia

Di dalam sebuah pelaksanaan proyek, tersapat beberapa kegiatan K3 dengan tujuan untuk memberitahu, mengingatkan para pekerja proyek dalam penerapan K3 setiap harinya. Salah satu kegiatan K3 yang ada di proyek adalah Safety Talk. Biasanya Safety Talk dilaksanakan rutin minimal seminggu sekali.

Safety talk merupakan salah satu sarana penunjang dalam upaya mencegah terjadinya bahaya di tempat kerja, serta berbagai masalah pekerjaan dapat didiskusikan, untuk kemudian dapat diterapkan dan dipraktekan di lapangan. Dengan safety talk dapat pula meningkatkan pengetahuan kita terhadap berbagai hal berikut:

1. Pekerjaan yang kita hadapi dan bahayanya, serta upaya penanggulangannya.
Semakin banyak kita melakukan pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan, maka akan membuat kita semakin berpengalaman, sehingga kita semakin familiar dengan tugas dan tanggung jawab tersebut, yang kemudian kita akan semakin mengerti dengan keadaan lingkungan tempat bekerja, dan akan semakin cepat pula kita melakukan upaya penanggulangan jika terjadi problem atau keadaan darurat.

2. Prosedur kerja yang benar
Dari pengalaman kerja selama ini, semakin sering kita melakukan pekerjaan yang sama, kita menjadi terbiasa dan semakin menguasai pekerjaan tersebut. Tapi di satu sisi, dapat pula menjadikan kita terlena dengan kemampuan tersebut. Karena sudah terbiasa melakukan pekerjaan secara berulang terkadang menjadikan kita lalai, gegabah dan menganggap remeh prosedur kerja yang harus dilalui, yang akibatnya bisa berakibat fatal terhadap peralatan maupun manusianya . Apabila kita bekerja dengan mengikuti prosedur yang telah ditentukan, maka kita sudah terlindungi bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena persiapan, pemeriksaan dan pengesahan terhadap prosedur kerja selalu dalam kontrol sistem sehingga mampu meminimalkan dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

3. Peralatan safety atau alat pelindung diri (APD)
Setiap pekerja mempunyai tanggung jawab yang sama untuk bekerja dengan aman dan memperhatikan keselamatan. Pada dasarnya kita semua mengerti bahaya-bahaya yang mungkin timbul di tempat area kerja kita masing-masing dan alat-alat pelindung diri apa saja yang harus kita gunakan. Perusahaan berkewajiban menyediakan dan mencukupi perlengkapan dan kelengkapan alat pelindung diri. Dengan demikian diwajibkan pula bagi para staf dan pekerja di lingkungan proyek untuk mengenakannya dengan baik dan benar.

4. Komunikasi
Dalam safety talk ini tanpa sadar kita juga belajar berkomunikasi, kapan kita harus mendengarkan dan kapan kita berbicara atau mengutarakan pendapat. Komunikasi yang baik merupakan suatu cerminan dari keakraban dan kebersamaan kita sehingga akan menciptakan suasana yang akrab, hangat dan harmonis, yang pada akhirnya akan menciptakan kebersamaan, sehingga dalam bekerja sehari-hari akan terasa ringan dan nyaman. Dalam safety talk, tak lupa selalu diulang yel-yel penyemangat dalam bekerja. Yel-yel itu selalu diteriakkan dengan suara yang lantang, tanpa beban. Teriak yel-yel tersebut merupakan satu cara dalam memompa semangat kerja. Yel-yel yang diteriakkan adalah yel-yel yang memberikan kebanggaan dalam bekerja dan kebanggaan tentang keterlibatan dalam proyek yang sedang dikerjakan, dalam setiap perannya.

Itulah sekilas tentang pentingnya safety talk pada pekerjaan konstruksi. Sepintas ini adalah seperti apel pagi bagi pegawai negeri atau upacara bendera bagi anak sekolah. Yang membedakan adalah bahwa safety talk dilakukan dalam suasana yang akrab, hangat dan bersemangat. Yang tak kalah penting adalah bahwa penyampaian materi yang disampaikan dalam safety talk tidak boleh bersifat menggurui. Penyampaian persuasif dan berempati dengan menekankan bahwa para staf dan pekerja sedang berjuang untuk keluarga (anak dan istri) di rumah, akan lebih merasuk pada pemahaman mereka.

Demikian terima kasih....
Peranan Manajemen Konstruksi dalam Industri Konstruksi adalah layanan yang sangat baik yang disediakan untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan seluruh proses konstruksi. Sebagai manajer proyek konstruksi akan menangani semua tahap konstruksi proyek Anda. Pada tahap pra-konstruksi, kita akan melakukan semua yang diperlukan studi kelayakan dan penelitian. Kemudian datang desain dan perencanaan. Setelah spesifikasi teknis dan tujuan penjadwalan yang didefinisikan dengan baik, pekerjaan dilanjutkan oleh pembangunan dan kontraktor untuk memulai membangun aktual dibawah pengawasan yang ketat kami dengan menekankan pada independen dari para profesional lain yang terlibat dalam konstruksi. Netralitas ini memungkinkan untuk secara objektif dan tidak memihak menyarankan klien pada pilihan Konsultan dan kontraktor, yang memungkinkan klien untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Peranan MK pada tahapn proyek konstruksi dapat dibagi menjadi :
1. Agency Construction Management (ACM)
Pada sistem ini konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi sebagai koordinator “penghubung” (interface) antara perancangan dan pelaksanaan serta antar para kontraktor. Konsultan MK dapat mulai dilibatkan mulai dari fase perencanaan. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan beberapa kontraktor sesuai dengan paket-paket pekerjaan yang telah disiapkan.

2. Extended Service Construction Manajemen (ESCM)
Jasa konsultan MK dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana melakukan jasa Manajemen Konstruksi, akan terjadi “konflik-kepentingan” karena peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana itu sendiri, sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan pada sistem ini. Pada type yang lain kemungkinan melakukan jasa Manajemen Konstruksi berdasarkan permintaan Pemilik ESCM/ KONTRAKTOR.

3. Owner Construction Management (OCM)
Dalam hal ini pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi profesional yang bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan.

4. Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)
Konsultan ini bertindak lebih ke arah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Jadi dalam Surat Perjanjian Kerja/ Kontrak konsultan GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub kontraktor).

Fungsi Manajemen Konstruksi
Yang dimaksud dengan proyek adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya yang terbtas. Sehingga pengertian proyek konstruksi adalah suatu upaya untuk mencapai suatu hasil dalam bentuk bangnan atau infrastruktur. Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistematis pada suatu proyek dengan mengunkan sumber daya yang ada secara efktif dan efsien agar tercapai tujuan proyek secara optimal.

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Ini berarti menyangkut pengambilan keputusan berhadapan dengan pilihan-pilihan.

2. Mengorganisasi (Organizing)
Fungsi ini berkaitan dengan usaha untuk menetapkan jenis-jenis kegiatan yang dituntut untuk mencapai suatu tujuan tertentu, mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah ditangani oleh bawahan.

3. Penempatan Orang (Staffing)
Fungsi ini menyangkut usaha untuk mengembangkan dan menempatkan orang-orang yang tepat di dalam berbagai jenis pekerjaan yang sudah didisain lebih awal dalam organisasi.

4. Mengarahkan (Directing)
Fungsi ini biasa juga disebut supervisi. Ini menyangkut pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk mencapai tujuan utama.

5. Mengontrol (Controlling)
Fungsi ini dijalankan untuk menjamin bahwa perencaan bisa diwujudkan secara pasti. Ada banyak alat-alat analisa untuk suatu proses kontrol yang efektif. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur: perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk dikoreksi.

Manajemen Konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. manajemen material dan manjemen tenaga kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen perencanaan berperan hanya 20% dan sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek.

Manajemen Konstruksi memiliki beberapa fungsi antara lain :
  1. Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan.
  2. Mengantisipasi terjdinya perubahan kondisi lapngan yang tidak pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksanaan.
  3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan.
  4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan.
  5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baik untuk menganalisis performa dilapangan.
Tujuan Manajemen Konstruksi
Sasaran Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini. Perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan mutu ( Quality Control ), pengawasan biaya ( Cost Control ) dan pengawasan waktu pelaksanaan ( Time Control ).

Penerapan konsep manajemen konstruksi yang baik adalah mulai tahap perencanaan, namun dapat juga pada tahap – tahap lain sesuai dengan tujuan dan kondisi proyek tersebut sehingga konsep MK dapat diterapkan pada tahap – tahap proyek sebagai berikut
  1. Manajemen Konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan proyek. Pengelolaan proyek dengan sistem Manajemen Konstruksi, disini mencakup pengelolaan teknis operasional proyek, dalam bentuk masukan – masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek.
  2. Tim Manajemen Konstruksi sudah berperan sejak awal disain, pelelangan dan pelaksanaan proyek selesai, setelah suatu proyek dinyatakan layak (‘feasible “) mulai dari tahap disain.
  3. Tim Manajemen Konstruksi akan memberikan masukan dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain sampai proyek selesai.
  4. Manajemen Konstruksi berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pelaksanaan dan melaksanakan fungsi pengendalian atau pengawasan.
Demikian sedikit pemaparan tentang peranan manajemen konstruksi dalam sebuah proyek. Semoga bermanfaat....
Dalam dunia proyek, mungkin kita tidak asing dan sering mendengar kata-kata K3 bahkan setiap hari kita dihadapkan dengan petugas K3 di proyek. K3 memiliki peran yang sangat penting di dalam pelaksanaan sebuah proyek, meskipun dari sisi pekerja kuli bangunan terkadang K3 membuat mereka ribet. Namun dibalik keribetan tersebut sebenarnya K3 bertujuan demi menjaga keselamatan bersama.

Di bawah ini penulis mencoba mengutip beberapa pengertian K3 dari beberapa ahli, antara lain :

Menurut Mangkunegara (2002, p.163)
Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Menurut Suma’mur (2001, p.104)
keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Simanjuntak (1994)
Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.

Mathis dan Jackson (2002, p. 245)
Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.

Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6)
Mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.

Jackson (1999, p. 222)
Menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
Demikian semoga menambah wawasan kita....
Pengertian Kalsiboard dan Gypsum
Kalsiboard diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan baku pilihan dan melalui proses AUTOCLAVE ( proses pengeringan dengan tekanan dan temperatur tinggi) untuk mendapatkan hasil produk yang stabil dan tahan lama. Kalsiboard diproduksi tanpa menggunakan jenis asbes apapun sebagai bahan bakunya (100% Bebas Asbes). Dengan materi penyusun tersebut membuat bahan ini tahan air dan tahan rayap, Kemudahan yang lain adalah mudah, ringkas dan cepat dalam pemasangannya.

Sedangkan Gypsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya dan merupakan salah satu bahan galian industri. Gypsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gypsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau, gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gypsum berubah menjadi basanit (CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gypsum yang berada di atas suhu 108 °F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit.

Keuntungan dan Kelemahan Kalsiboard dan Gypsum
Keuntungan Kalsiboard

  • KEUNTUNGAN UTAMA
Kalsi board sangat aman bagi kesehatan, sedikitpun tidak tekandung bahan asbes.Sebagaimana kita tahu debu-debu asbes jika terhirup paru-paru dapat merusak sel paru-paru dan tidak dapat larut sehingga beresiko kanker. Di sebagian Negara Eropa bahkan mulai dilarang penggunaan bahan asbes.
Kalsi board karena tidak mengandung asbes maka produk ini tidak getas (brittle) sebagaimana sifat dasar bahan asbes.
    • DIMENSI STABIL
      Salah satu proses pembuatan Kalsi adalah autoclaving yaitu pengeringan dengan temperature dan tekanan yang tinggi, dan hasilnya fantastis. Papan Kalsi sangat stabil di berbagai suhu. Muai susut yang terjadi sangatlah kecil. Sehingga mencegah terjadi keretakan karena perubahan muai susut saat aplikasi di interior karena mesin penyejuk ruangan dan perubahan iklim pada aplikasi eksterior.
        • VARIASI KETEBALAN
          Papan Kalsi mempunyai variasi ketebalan yang sangat besar untuk ukuran papan. Dari 3 mm sampai 20 mm. Efeknya yang sangat positif adalah pada variasi aplikasinya. Dari plafon, partisi, dinding luar dan bahkan lantai. Dari dinding yang rata sampai melengkung. Untuk saat ini hanya papan Kalsiboard yang mempunyai keunggulan ini.
            • SISI RECESSED
              Adalah Jenis Kalsi Board yang diperuntukan untuk board yang menghasilkan sambungan yang sempurna rata. Dengan adanya bagian yang lebih tipis di bagian tepi (recessed) juga mengurangi pemakaian kompon dan lebih memudahkan penyambungan, pekerjaan jauh lebih cepat. Sambungan sempurna, permukaan sambungan akan sama rata dengan permukaan lembaran.
                • FLEXIBLE
                  Keunggulan lain yang fantastic adalah daya tahan kalsi sekuat semen tapi mempunya kelenturan layaknya bahan plywood. Kalsi board dapat di lengkungkan sampai sudut tertentu, sehingga bisa digunakan untuk mewujudkan disain disain lengkung arsitektural yang spektakuler. Dengan sedikit pengetahuan tentang konstruksi apapun bentuk lengkung maka akan mudah diikuti dengan mulus oleh lembaran papan Kalsiboard.

                  Keuntungan Gypsum
                  Ada banyak keuntungan dari penggunaan gypsum board, antara lain :
                  • Memiliki bentuk yang padat dan kering sehingga sangat memudahkan proses pemasangan atau konstruksinya. 
                  • Harga gypsum board/papan gypsum lebih murah dan tidak memerlukan pengerjaan yang rumit
                  • Perawatan dan perbaikan gypsum lebih mudah
                  • Cukup tahan lama dan tidak terlihat sambungannya
                  • Papan gypsum lebih terhadap tahan api
                  Kelemahan Kalsiboard
                  Kelemahan Kalsiboard jika plafon mau dibuka, tidak bisa rapi, pasti ada retak rambutnya. Penyebab retak rambut ini, karena kalsiboard memiliki kembang susut tinggi. Saat musim hujan mengembang, dan musim kemarau menyusut. Saat menyusut inilah kelihatan retak rambutnya. Misalkan pada sambungan, pemakaian plafon kalsiboard akan kelihatan pecah. Kalsiboard memiliki ketebalan 3,5 mm, 4,5 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, dan 20 mm. Khusus ketebalan 2 mm umumnya difungsikan untuk lantai, biasa disebut kalsi floor.  

                  Kelemahan Gypsum
                  Kelemahan gypsum tidak tahan terhadap air ataupun kelembaban.

                  Demikian sedikit artikel tentang Kalsiboard vs Gypsum. Terima kasih....






                  Penangkal Petir merupakan salah satu bagian penting dalam instalasi rumah/bangunan. Apalagi curah hujan di Indonesia relatif tinggi. Oleh sebab itu, dalam membangun sebuah bangunan wajib hukumnya memasang instalasi penangkal petir untuk melindungi bangunan maupun peralatan-peralatan elektronik di dalam bangunan tersebut dari sambaran petir.

                  Di bawah ini penulis mencoba menguraikan 3 strategi perlindungan bangunan dari bahaya sambaran petir, antara lain :

                  Franklin Rod
                  Terdiri dari komponen - komponen :
                  • Alat penerima logam tembaga (logam bulat panjang runcing)
                  • Kawat penyalur dari tembaga
                  • Pertanahan kawat penyalur sampai pada bagian tanah basah
                  • Sistem perlindungan dengan bentuk sudut 45 derajat

                  • Batang yang runcing ( bahan copper spit ) --- dipasang paling atas --- batang tembaga --- elektroda yang ditanamkan. 
                  • Batang elektroda pentanahan dibuat bak kontrol --- memudahkan pemeriksaan dan pengetesan.
                  • Sistem ini cukup praktis dan biayanya murah --- jangkauannya terbatas.
                  Sangkar Faraday
                  Terdiri dari komponen - komponen :
                  • Alat penerima kawat mendatar
                  • Kawat dari tembaga
                  • Pertanahan kawat penyalur sampai pada bagian tanah basah
                  Perlindungan bangunan --- jarak antar kawat mendatar tidak melebihi 20 m pada titik-titik yang tertentu diberi ujung vertikal 1/2 m. Sistem pemasangan dibuat memanjang sehingga jangkauannya lebih luas dari sistem Franklin à Biaya sedikit mahal,  menggangu keindahan.

                  Radio Aktif
                  Terdiri dari komponen :
                  a.   Elektrode
                  Udara disekeliling elektrode akan di ionisasi, akibat pancaran partikel alpa dari isotop ( americum 241 ). Elektrode akan terus menerus menciptakan arus ion ( Min. 10 8 ion/det. ).
                  b.   Coaxial cabel
                  Untuk menghindari kerusakan benda-benda akibat muatan listrik petir yang menuju tanah maka coaxial cabel dibungkus pipa isolasi.
                  Metode tahanan langsung dari muatan listrik petir ke dalam tanah menyebabkan seluruh unit mempunyai potensial yang sama dengan bumi.
                  Sehingga benda-benda yang berada disekitar system akan aman.
                  c.    Pentanahan
                  Perlu test lokasi geografis dari pentanahan --- 5 ohm. Tahanan bumi max. Yang terbaik untuk system ini = 5 ohm.
                   

                  Saat petir mengenai electroda maka muatan negatif akan menetralkan muatan. Sistem ini cocok untuk bangunan tinggi dan besar. Pemasangan tidak perlu dibuat karena sistem payung yang digunakan dapat melindunginya. Bentangan cukup besar --- satu bangunan cukup satu tempat penagkal petir



                  Cara pemasangan ketiga sistem adalah titik puncak/kepala dari alat penangkal petir dihubungkan dengan pipa tembaga menuju ke dasar tempat sebagai pentanahan yaitu pipa tembaga tersebut harus mencapai tanah berair. Oleh karena itu, tempat-tempat tesebut harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak menggangu keindahan bangunan dan tetap berfungsi baik terhadap penanggulangan bahaya petir.

                  Demikian sedikit artikel dari kami, semoga bermanfaat....







                  Pada umumnya, air limbah domestik di perumahan – perumahan pada saat ini menggunakan sistem septic tank, dimana air kotor maupun kotoran dari toilet dibuang ke bak septic tank. Dalam hal ini menurut penulis, sistem tersebut kurang sempurna sebab :
                  1. Kotoran tersebut terurai secara alami dan akan memerlukan jangka waktu yang lama.
                  2. Dalam jangka waktu tertentu bak septic tank tersebut akan penuh dan memerlukan penyedotan.
                  3. Apabila tidak dilakukan penyedotan maka akan timbul bau dan air limbah akan keluar dari septic tank, bisa jadi akan menyebabkan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polutan biologis.
                  Adapun pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polutan biologis dapat mempengaruhi air dalam 2 hal, yaitu :
                  1. Mikroorganisme patogen yang mengkonsumsi materi organik, yang membutuhkan oksigen untuk proses oksidasi. Hal ini dapat menyebabkan oksigen yang terdapat pada perairan tersebut semakin hari menjadi semakin berkurang sehingga dapat mengakibatkan kehidupan akuatik menjadi terganggu.
                  2. Materi organik yang terdapat di dalam air buangan mengandung nutrien yang dapat mengakibatkan pertumbuhan alga atau tanaman lainnya yang juga dapat menghilangkan oksigen dari perairan tersebut,sehingga terjadi pemotongan mata rantai dan mengubah keseimbangan yang terdapat di dalam lingkungan perairan.
                  Dari hal tersebut di atas, maka untuk mengatasi masalah pencemaran yang disebabkan oleh polutan biologis, diperlukan sebuah sistem pengolahan air limbah dengan proses “anoxic, anaerob, dan aerob”. Dalam hal ini pengolahan air limbah tersebut menggunakan STP ( Sewage Treatment Plant ) dalam mengolah dan mengelola air limbah domestik baik air limbah dari toilet maupun dari kitchen zink. 

                  Sewage Treatment Plant ( STP )
                  Seperti yang telah kita ketahui, bahwa AMDAL telah mensyaratkan untuk keluaraan air limbah domestik yang boleh dibuang ke saluran real kota adalah kondisi airnya sebagai berikut :
                  • BOD               : 20 ppm
                  • COD               : 30 ppm
                  • SS                    : 50 ppm
                  • pH                   : 6 – 9
                  Oleh sebab itu, diperlukan penerapan sistem bioseries dalam hal pengolahan air limbah domestik dalam rangka memenuhi persyaratan AMDAL tersebut di atas.

                  Adapun uraian proses sistem dari Sewage Treatment Plant ( STP ) diabgi menjadi 3 bagian utama, yaitu :
                  1. Pre – Treatment
                  2. STP System
                  3. Effluent Tank
                  Pre – Treatment
                  Pada bagian ini terdapat bak kontrol yang disebut dengan Grit Chamber. Air limbah yang berasal dari toilet ( air kotor / black water ), kamar mandi, wastafel   ( air bekas / grey water ) dan sejenisnya akan masuk ke bak ini. Dimana fungsi dari bak ini adalah sebagai proses awal untuk menyaring kotoran / sampah yang besar – besar yang berpotensi mengganggu proses pengolahan. Grit chamber ini dilengkapi dengan screen yang terbuat dari stainless steel.

                  Untuk air limbah yang berasal dari kitchen sebelum masuk grit chamber ini harus melewati grease trap yang berfungsi sebagai pemisah lemak. Air limbah yang masuk ke grit chamber ini baik yang berasal dari toilet, kamar mandi, wastafel serta air limbah yang berasal dari kitchen ( setelah melewati grease trap ) akan mengalir secara gravitasi ke tangki STP.

                  STP System
                  Pada bagian ini dibagi dalam 5 proses, yaitu :
                  a)      Anoxic Chamber
                  Dari grit chamber air akan mengalir secara gravitasi ke dalam anoxic chamber. Lumpur aktif pengembalian dari sedimentasi chamber akan tercampur / kontak dengan air limbah, sehingga di anoxic chamber akan terjadi proses penguraian limbah oleh mikroorganisme secata an-oxic ( minim oksigen ).
                  b)      An- aerob Chamber
                  Setelah melalui tahapan proses anoxic chamber, air limbah akan masuk secara over flow ke an-aerob chamber. Chamber ini dilengkapi dengan bio media yang terbuat dari PVC, dimana fungsi bio media ini adalah sebagai tempat berkembang biaknya mikroorganisme, sehingga dengan adanya bio media ini akan memperluas kontak area antara bakteri dengan air limbah. Proses yang terjadi pada an-aerob chamber ini adalah penguraian limbah secara an-aerob atau tanpa oksigen oleh mikroorganisme yang hidup menempel pada bio media sehingga dapat mengurangi BOD, COD dan partikel tersuspensi. Pada bak ini juga dapat mengantisipasi jika terjadi fluktuasi debit.
                  c)      Aerob Chamber
                  Di dalam chamber ini akan terjadi proses penguraian limbah oleh bakteri pengurai secara aerobik. Sumber oksigen yang diperlukan oleh bakteri aerob ini dihasilkan melalui hembusan udara blower dan didistribusikan ke dalam bak aerasi oleh fine bubble diffuser. Dalam chamber aerob ini dilengkapi juga dengan bio media ( media bio film ). Media yang dipakai berbentuk plat PVC tipis bergelombang seperti sarang tawon, denga luas permukaan media 175 m2/ m3 media. Maka dengan demikian dengan adanya penambahan bio media ini akan memperluas kontak area antara bakteri dengan air limbah. Proses penguraian limbah oleh bakteri akan terjadi secara bertingkat pada permukaan media tersebut. Selama proses aerasi berlangsung di dalam chamber ini mikroorganisme akan tumbuh di permukaan media tersebut membentuk suatu biomassa yang semakin lama semakin tebal. Bagian paling dalam dari lapisan biomassa tersebut lama kelamaan akan kekurangan supply oksigen dan akan terlepas dari permukaan media. Proses terlepasnya sebagian dari tumpukan biomassa dari permukaan media tersebut disebut “Sloughing Process”.
                  d)     Sedimentation Chamber
                  Lumpur yang terlepas dari “Sloughing Process” di aerob chamber akan mengalir bersamaan dengan air menuju chamber sedimentasi. Proses yang terjadi di chamber sedimentasi ini adalah proses pemisahan bagian yang padat ( lumpur ) dengan air yang sudah bersih, dimana lumpur akan mengendap di bagian dasar chamber sedimentasi dan air yang sudah bersih akan mengalir melewati chlorine chamber sebelum ke effluent tank untuk dibuang ke badan air penerima. Sedangkan untuk lumpur yang mengendap di dasar chamber sedimentasi akan diangkat melalui proses air lift sistem dan dikembalikan ke chamber an-oxic dan chamber aerob untuk diproses ulang sampai hancur.
                  e)      Chlorination Chamber
                  Chlorine chamber ini berfungsi sebagai kontak antara air limbah yang sudah diolah dengan zat desinfektan, untuk membunuh bakteri – bakteri patogen yang kemungkinan ada di dalam air limbah yang telah diolah dialirkan ke bak effluent dan dibuang ke saluran real kota.

                  Effluent Tank
                  Air yang telah tercampur dengan desinfektan tersebut ditampung di dalam bak ini untuk selanjutnya dibuang ke saluran real kota dengan menggunakan pompa submersible. Dari hasil test dilapangan, air yang dibuang ke saluran real kota tersebut telah memenuhi syarat  BOD, COD, SS dan pH nya sesuai dengan ketentuan AMDAL dan aman bagi lingkungan. Berdasarkan pengalaman penulis dilapangan, air dari hasil pengolahan limbah ini bisa juga dimanfaatkan sebagai siram taman.

                  Demikian sedikit uraian perihal pengolahan air limbah domestik menggunakan Sewage Treatment Plant (STP). Semoga bermanfaat...